Jujur apa yang pertama kali kalian pikirkan saat mendengar kata malam Jum'at? Sebuah misteri, kisah-kisah horor nan menyeramkan kah? Ya, mungkin itu image tentang malam Jum'at yang beredar dalam masyarakat sekarang. Entah kenapa mereka semua bisa berpikiran seperti itu. Tapi, yasudah.
The Beginning...
Semuanya bermula saat ku sedang duduk di Masjid sekolah ku tercinta, sambil memegang erat Saestu ku. Apa itu Saestu? Saestu itu panggilan sayang untuk Samsung Galaxy S2 ku. Ya walaupun aku bilang menyayanginya tapi kondisinya sudah seperti hape tak terawat.
Aku pun ingat, ada sebuah bonus internet yang senantiasa hadir dalam Kamis ku. Tak banyak, hanya 25mb. Tapi, itu juga sudah cukup. Biasanya aku yang bisa buka ini-itu hanya memanfaatkan wi-fi di rumah, sekarang bisa kulakukan disini.
Seperti biasa, entah kenapa sejak aku mulai menyukai perempuan yang satu ini. Apa yang kulakukan dalam dunia maya meningkat tajam. Dulu aku hanya aktif di facebook dan sekarang sepertinya facebook telah ku dua kan dengan twitter. Aku rasa twitter merupakan social-network yang sederhana tapi sangat membantu anak muda zaman sekarang untuk berkicau (baca : nge-twit) Baiklah kembali ke cerita...
Apa yang membuat pekerjaan ku di dunia maya meningkat? Itu semua karena ku senantiasa mantengin wall facecook dan TL twitter nya. Sungguh penggambaran pemuda yang gak ada kerjaan. Tapi tak apalah. Aku juga semakin percaya ternyata sebuah "rasa" terhadap sesuatu dapat merubah tingkah laku seseorang. Itulah yang kualami sekarang.
Segera aku pun mulai men-search namanya. Penasaran bercampur rasa ingin tau ku menjadi satu, dan menunggu loading untuk memuat twit-nya merupakan suatu sensasi yang wah. Tak jarang aku juga ke-ge-er-an dalam membacanya. Tapi aku sadar, temen dia kan gak cuman aku seorang.
Tak jarang dia juga nge-twit yang "agak-agak", halah entahlah aku tak tau gimana cara mendeskripsikan twit yang "agak-agak" itu. Aha, mungkin bisa dibilang twit yang gak enak.
Sungguh seperti pukulan yang amat sangat luar biasa saat membaca twit-nya yang "agak-agak" Ya semua itu karena efek ke-ge-er-an ku tadi.
Tapi... apa yang aku temukan saat semua twit-nya mulai terbuka? Ya sesuatu yang mengejutkan, rasanya sekujur tubuhku lemas membacanya. Sungguh suatu ke-ge-er-an yang mampu membunuhku.
Kalau gak salah, inti dari twit-nya itu "kenapa kamu ga nyariin"
Langsung aku inget sesuatu, kemarin malam. Lebih tepatnya Rabu Malam. Aku tanya ke dia ke via chat whatsapp yang biasa kita gunakan untuk chat sampai larut bahkan pagi. Lagi-lagi, sungguh penggambaran pemuda yang gak ada kerjaan.
Aku : eh besok kamu masuk skulah kah?
Dia : ehmm iya kayanya tapi gak tau lagi
Lah disitulah disini aku mulai menyadari kesalahanku. Toh kalau malamnya aku tanya kaya gitu, kenapa saat besoknya dia gak masuk, aku juga gak nyariin. Sungguh suatu KEBODOHAN. Sungguh diriku lelaki yang sedikit sekali memiliki rasa care. Tapi sudahlah semuanya sudah berlalu
nb : tulisan diatas hanyalah pikiran ku yang timbul dari suatu ke-ge-er-an membaca twit-nya
Balik ke real. Seketika pula, muncul sebuah niatan untuk meng-sms-nya. Tapi, kali ini untuk mengirimkan suatu sms, rasanya amatlah susah. Sekalipun hanya sebuah panggilan namanya disertai dengan emote XD. Dengan segenap jiwa ku tekan tombol send pada keyboard hape ku. Haha sungguh aneh, ternyata suatu rasa bersalah dapat menyebabkan kita takut dalam mengambil suatu langkah.
Menunggu balasan darinya juga sesuatu yang membuat ku deg-deg-an. Tiba-tiba saja... ada sebuah tulisan yang tampil di layar hape ku. "Iya, apa?" Ternyata ada sms yang masuk, dan itu balasan darinya. Awalnya aku takut kalau dia sedang BM, udah pada tau kan BM itu apa? Kalo gak tau BM itu Bad Mood.
Syukur, Alhamdulillah. Ternyata semuanya berjalan tidak seperti apa yang aku bayangkan dan aku pikirkan.
Suasana dalam sms mulai dapat aku kuasai, dan tiba-tiba dia tanya. "Dann kamu puasa kah?" Halah mari kita skip semua ini. Intinya, pada akhirnya aku menawarkan untuk buka bersama, kebetulan dia juga puasa. Kan juga suatu kebetulan aku masih di Sidoarjo, jadi ya muncul lah tawaran seperti itu.
Karena aku yang tak tau apa yang akan kita makan, jadi semuanya kuserahkan padanya. Ternyata, dia ingin makan bebek. Haha yasudahlah.
Waktu itu menunjukkan pukul 17.00
Ya, tak lama lagi sekitar 30 menit lagi Adzan Maghrib berkumandang. Hmm dia juga memutuskan untuk bertemu di Masjid Gading Fajar yang berada di pojok itu.
Ku naiki motorku, mulai ku nyalakan, dan bergegas menuju tempat tujuan dimana kita akan bertemu. Padahal tempat yang ku tuju masih lumayan jauh. Tapi kenapa rasanya jantung ini udah keburu berdebar lebih cepat. Sungguh suatu sensasi yang luar biasa saat ingin bertemu dengan orang yang di sayangi. Haha tapi kenapa aku gak pernah ada rasa berdebar saat bertemu dengan Bunda ku tercinta? Padahal beliau juga orang yang amat sangat ku sayangi. Hmm biarkan semuanya menjadi misteri.
Motorku mulai memasuki kawasan Masjid itu, tiupan angin khas pun mulai menyambut ku. Bukankah tiap-tiap Masjid selalu punya hembusan angin sejuk yang khas kan?
Ku parkirkan, dan mulai duduk santai sembari menunggu adzan berkumandang. Tak lupa aku juga menunggu kedatangannya. Sedikit khawatir, karena dia keluar rumah pas hampir Maghrib. Tapi yasudahlah hanya bisa berdoa dan berharap kalau "everything is gonna be alright"
Allahu akbar... Allahu akbar...
Alhamdulillah, telah kudengar seruan adzan sampai ke telinga ini. Tapi yang jadi sedikit masalah, ku tak ada sesuatupun untuk segera berbuka dan membatalkan puasa ini. Jadi yasudahlah, hanya perlu sedikit bersabar.
Ku ambil air wudhu, dan kurasakan betapa air yang kubasuhkan ke muka rasanya begitu segar. Ingin rasanya membatalkan puasa ini dengan meminum air keran, tapi... gak jadi karena gak punya nyali.
Selepas semua itu, aku keluar dari tempat wudhu dan mendapati sesosok perempuan yang datang dengan motor Mio Soulnya. Hmm sungguh anggun. Mengenakan batik coklat dan dilengkapi dengan kerudung yang hampir sama warnanya, persis seperti yang pernah kulihat di foto dan berhasil membuat ku kagum.
Ya, aku lihat dia hanya dari kejauhan. Ku tak berani menghampirinya. Tentu ku tak berani, dan langsung masuk ke dalam Masjid karena memang sudah Iqomah.
Cerita ini mungkin akan menjadi agak sedikit panjang...
Kewajiban Sholat Maghrib sudah terlaksana, ku segera menuju serambi Masjid dan lagi-lagi menikmati hembusan angin yang menerpa. Sedikit ku melihat ke arah jama'ah perempuan, tapi kenapa tak kudapati orang yang kucari. Jadi ku hanya menunggu sambil menatap kearah depan menatap keindahan senja yang hampir malam dihiasi lampu-lampu jalan dan kendaraan yang berwarna kuning ke oranye an. Warna kesukaan ku.
Dari belakang, ada yang menegurku. Ya siapa lagi kalo bukan ta'mir masjid dia. Hanya memanggil namaku lalu dia duduk sedikit jauh dariku. Sedikit percakapan terjadi. Hingga akhirnya timbulah suatu kesungkanan dalam diri.
Bagaimana tidak sungkan? Dia udah rapih, dia udah mandi, udah pake pakaian yang anggun nan indah. Lah mata ini langsung tertuju pada diri, dan kudapati. Aku sesosok yang belum mandi, celana yang kukenakan juga seragam sekolah, wajah yang (sedikit) kumel, dan kaos bertuliskan Jakarta yang alhamdulillah masih putih bersih. Setidaknya kaos itu sedikit membantu meningkatkan ke-pe-de-an.
Aku juga mulai merasa bingung, karena aku gak mungkin hanya berdua seperti ini. Rasanya juga tak mungkin mengajak temanku, jadi ku putuskan untuk mengajak orang yang sudah terlampau dekat dengan ku. Yakni... Mas ku.
Segera ku sms dia, dan kebetulan dia juga akan ke Sidoarjo. Hmm aku masih duduk berdampingan dengan jarak yang masih agak jauh. Akhirnya ku putuskan untuk pindah tempat.
Aku pun langsung segera keluar dengan motorku. Lalu, dia bilang padaku kalau bensinnya hampir habis. Jadi... ya harus beli bensin. Kan juga sekalian jalan, sambil liat kiri-kanan siapa tau ada penjual bebek yang bisa disinggahi.
Mungkin ada 2 sampai 3 kali aku dan dia memutari Gading Fajar yang bisa dibilang bukan tempat yang sempit. Itu merupakan jalan yang cukup panjang bung...
Karena tak mungkin makan hanya berdua, jadi kuputuskan untuk menunggu Mas yang katanya lagi otw.
Akhirnya kita pun berhenti dipinggir jalan, di depan penjual Tahu Campur. Aku rasa, pemberhentian ini cukup lama. Bagaimana tidak? Aku melihat Tahu Campur itu awalnya sepi, dan lama-lama menjadi ramai pengunjung.
Dalam berhenti ini, kita hanya sekedar men-jagang motor masing-masing. Sudah aku perkirakan, pasti yang terjadi hanyalah suatu ke-ge-je-an.
Hmm ada sesuatu yang sejak lama aku inginkan, yakni melihat pemandangan lampu jalan ditemani dengan seseorang yang spesial. Melihat kendaraan lalu lalang, tak jarang juga di buat semakin ramai dan meriah dengan adanya kereta-keretaan dan odong-odong.
Sungguh suatu momen yang amat luar biasa bagiku.
Melihatmu tertawa, tersenyum, hmmm rasanya mampu melelehkan dan meluluhkan diriku. Suasana yang agak dingin malam itu seketika menjadi hangat karena suatu berbincangan.
Akhirnya, Mas ku pun datang dengan Mavis nya. Yap Mavis, motor Vario kesayangannya. kami pun mulai melanjutkan perjalanan. Perjalanan mencari bebek. Begitu melihat layar hape ku. Waw sudah pukul 19.00 dan kami belum makan, mungkin hanya aku dan dia yang belum makan. Mas ku udah makan ditempat kesayangannya. Yakni, Taman Dayu. Huuu
Pencarian bebek pun terus berlanjut. Hingga akhirnya kami menemukan tempat yang lumayan bagus, dan juga lumayan rame. Hmm sepertinya cukup meyakinkan.
Aku turun dan memesan makanan dan tak lupa juga minumnya. *skip orang makan gak boleh diganggu*
Waktu sudah menunjukan pukul 20.30
Aku takut malam ini menjadi terlalu malam baginya, jadi ya sudah. Akhirnya seketika itu, kami semua siap-siap untuk pulang.
Aku pun menarik nafas panjang atas malam yang ku lalui ini. Terdengar bel dari motornya "TIN!" sekaligus merupakan tanda pamit pulang. Aku pun hanya bisa bilang, Ati-ati ya...
Huff... cukup melelahkan.
Tapi yasudahlah karena memang begitu adanya... :)
Gak kerasa juga, nulis beginian makan waktu 2 jam lebih. Haha maklum perlu memeras otak walaupun hanya untuk menulis yang model kaya beginian.



Cerita yang panjang begetz dan :D
BalasHapushaduuh ndak kurang panjang tah?
memang bagus seperti itu atau di buat part-part.ant yah?
menurutku c me mending di buat part-part.ant ajjha di smping memperbanyak jumlah pengunjung, juga memperbanyak postingan danny.
intinya ceritanya Nice bangetz, buagus banget adhe jadi iri kenapa ndak buat seperti danny,
keep happy blogging yah. :D
follow my blog too
http://goresan-kecil-chara.blogspot.com/