Mungkin Saja Menarik :)

Hello!


Rabu, 16 Januari 2013

Hanya Sebuah Fisika...

Seperti biasa pada awalnya aku tak tau akan menulis apa. Guruku pernah bilang, teruslah menulis. Jadi yang dapat aku lakukan hanyalah terus menulis dan menulis.

Mau kemana nanti tulisan ini berlabuh juga dinikmati saja. Kemarin aku mengangkat sesuatu tentang dunia sekolah. Tentang IPA dan IPS sebuah komponen penyusun keharmonisan kehidupan. Dimana ada Alam maka ada Sosial begitu juga sebaliknya.

Sekilas, anak IPA memiliki pemikiran yang terlalu ribet, dan aksi yang mereka berikan kadang juga tak sebanding dengan apa yang mereka bayangkan. Padahal mereka juga mengerti, bahwa hukum newton ketiga adalah sebuah penjelasan sekaligus penegasan dari aksi dan reaksi. Berarti sudah sangat jelas, yang diperlukan hanya aksi. Itupun bukan berarti asal jalan tanpa arah dan tujuan. Hmm.


Sejauh ini, ya sejauh diri ku ini masih hidup. Selalu hal itu yang aku temui. Bukan berarti pribadi yang banyak perhitungan dalam diriku baru terbentuk saat aku masuk kelas IPA ini. Pada dasarnya kebanyakan manusia lebih suka berpikir banyak. Tanpa aksi sama sekali. Mungkin iya dan mungkin juga tidak.

Menurutku banyak juga orang yang telah mengatakan menjadi anak IPA akan menjadi pribadi yang semakin banyak perhitungannya. Sehingga kita akhirnya begitu memikirkan banyak hal. Bahkan sebelum satu langkah terpenuhi. Lihatlah setiap pelajarannya. Bagi kalian yang membaca ini yang sekarang sedang bersekolah dan juga ber-genre IPA. Ataupun yang sudah lulus. Pasti pernah merasakan semuanya.

Nyaris setiap kegiatan yang kita lalui tiap hari, semuanya tiba-tiba saja menjadi banyak perhitungan. Hitung ini... hitung itu... hitung banyak sekali

Dan mungkin hal apa yang telah menjadi pikiran umum selama ini. Bahwa nanti, kelak kemudian hari yang menjadi sukses adalah kaum IPS. Lah kalau sekarang keadaannya si kaum IPA terlalu sibuk memperhitungkan segalanya terus mau bagaimana ? Terus mengira, memprediksi, dan memperhitungkan sesuatu kedepan tanpa satu aksi kecil. Pernah aku dengar hal seperti ini "seribu kilometer dimulai dari satu langkah pertama" So, you just want to think and dream about the future, without any small step?

Ini true story dari hidupku. Dan baru saja berlangsung beberapa minggu lalu. Ketika aku sedang memenuhi les ku. Saat itu pelajaran yang sedang diulas tuntas adalah pelajaran yang menurutku cukup membuat aku menghembuskan nafas panjang. Fisika.

Dari dulu, bagiku fisika adalah sesuatu yang cukup mematikan. Tapi untungnya nyawaku juga sering terselamtkan. Remidi yang ku hadapi dalam tiap ulangannya juga kerap menggempur ku tiada henti. Ini entah aku yang merasa kesulitan dalam mengerjakan, atau bahkan kerjaan yang aku kerjaan memang sulit.

Kembali ke apa yang aku alami beberapa hari lalu. Saat itu bab "Dinamika Rotasi". Aku sarankan bagi yang membaca, selesaikan membaca ini dulu. Daripada ketika kalian bingung apa itu "Dinamika Rotasi" lalu browsing di Google dan akhirnya malah meninggalkan postingan ini dan terjebak dalam perangkap hitungan itu.

Pada bab "Dinamika Rotasi" itu, cukuplah kaget diriku dengan apa soal yang aku kerjakan. Soalnya itu seperti ini ... setelah beberapa lama aku mencari ternyata catatan ku hilang.

Malam ini, ditemani sepasang headset ditelinga dan memutar lagu dari Walk Off The Earth, plus sesosok yang sangat luar biasa. Iya siapa lagi jikalau bukan Bunda ku sendiri. Karena memang tak mungkin aku bersama dengan Bunda orang lain.

Oke, balik! Soalnya seingatku, aku menghitung kecepatan dari putaran suatu CD. Bukan Celana Dalam. Tapi Compact Disc. Sesuatu yang bulat dan tengahnya berlubang serta bagian belakangnya mengkilap. Hmm kenapa aku jadi menjelaskan hal ini. Tentu sudah menjadi sesuatu yang umum.

Tidak hanya itu, sedikit aneh. Atau memang sangat aneh. Bukan hanya sekadar kecepatan CD yang aku hitung. Tapi kecepatan CD itu setelah ditempel dengan permen karet. Betapa gilanya hal itu. Berapa persen hal itu terjadi dalam kehidupan nyata. Adakah seseorang yang merelakan ketika dia sedang melihat film, lalu dengan genius nya dia menempeli permen karet pada kaset yang sedang ia lihat... dan... menghitungnya.

Dalam apa yang aku tuliskan kali ini Bukanlah sebuah ungkapan kekesalan atau apalah. Bukan tak ada maksud dengan semua hal negatif itu. Semua dalam dunia IPA. Sekalipun itu cukup menyusahkan itu tiada masalah.

Dengan untaian huruf dan angka berupa rumus aku pun masih bisa tersenyum dalam IPA ku. Hahaha. Sudahlah enjoy it...

Just follow me @dannyrizky_

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
;