"to be a good writer, try to write more often" - seseorang yang aku lupa siapa
Keinginanku untuk jadi penulis seakan semakin kuat, memang sih, menjadi seorang penulis bukan cita-cita masa kecilku. Cita-cita ku dulu malah ingin menjadi Koki, bukan ikan Mas Koki, tapi juru masak itu lho. Keinginan, atau mimpi ini sempat timbul dan tenggelam. Waktu SMP aku sempat ingin jadi penulis setelah membaca buku dengan cover hijau tua dengan judul Kambing Jantan. Aku rasa, dan aku yakin, banyak blogger ataupun penulis yang terinspirasi dari Ksatria Perpedang Aksara ini, yap Raditya Dika.
Udahah basa-basinya, postingan kali ini masih tetap soal People Inside. I want to finish this shit. (ceritanya sih sok Inggris biar keren)
Kali ini aku akan memposting seorang cewek, yeah akhirnya aku kembali normal. Aku ingin memposting tentang seseorang yang bisa dibilang memiliki sifat yang aneh. Dia cenderung diam, tapi sepertinya dia mengetahui banyak hal. She is...
Pipit... <<< sengaja dibuat gini, hijau dan putih itu karena dia juga terkenal sebagai penjual lemper. #IniSerius
Cewek yang satu ini lahir pada tanggal... pada tanggal... halah aku udah lupa lagi. Perasaan baru bulan-bulan kemaren dia Sweet Seventeen-an di kelas sambil bagi-bagi nasi kotak, bukan kotak sih, lebih tepatnya sih nasi didalam styrofoam. Nggak lupa dia juga ngasih jajanan enteng macam kue soes sama pastel yang biasaya dia jual di sekolah. Dan yang paling spesial.... semuanya gratis. Yaaahh namanya juga ulang tahun masa iya bayar.
Selain jualan kue soes dan pastel dia juga jualan jajanan andalannya saat di kelas, lemper sama bolu kukus. Bisa dibilang jajanannya itu udah bagaikan P3K, Pertolongan Pertama Pada Kelaparan. Sering kali jajanannya menyelamatkan kami semua yang hampir mati karena kelaparan dan nggak diperbolehkan pergi ke kantin saat sedang pelajaran, biasanya kalau gurunya baik sih di bolehin. Tapi kalau namanya bukan rejeki kita yang kelaparan juga nggak bisa beli P3K-nya si Pipit ini, karena gurunya seketika bilang "dilarang
Sebenernya namanya bukan seperti nama burung, iya Pipit. Nama itu cuman panggilan aja sih. Nama sebenernya Fitri, nama lengkapnya Fitri Dwi Pangestuti. Dulu waktu kelas 10 aku nggak pernah sekalipun liat wujudnya, bahkan namanya aku aja nggak pernah dengar. Yah maklum dulu aku cupu. Sampe sekarang juga masih cukup cupu. Dia dulu X5 dan aku X3, nggak jauh sih kelasnya, tapi ya sekali lagi, kalau udah cupu aku bisa apa. Apalagi dulu aku ngomong sama cewek aja sungkan plus malu, bahkan sama Ibu sendiri juga gitu.
Trus kenapa judulnya postingannya kok "Pipipo Pipipit", kalo Pipipit cuman pelengkap aja biar judulnya enak didenger, sebenernya sih Pipit, seperti apa yang udah aku tulis di paragraf sebelumnya. Nah Pipipo-nya ini juga sebenernya panggilannya juga, bisa dibilang panggilan terbarunya. Sekarang anak-anak kelas lebih sering memanggilnya Pipipo. Terdengar lebih unyu sih.
Cewek penyuka anime ini memiliki postur tubuh yang bisa dibilang nggak tinggi-tinggi amat sih, tapi juga nggak terlalu pendek. Aku selalu kesulitan mendeskripsikan seseorang. Matanya sedikit sipit, hmm sipit nggak yah? Terkadang dia juga pakai kacamata, pada saat tertentu aja sih. Dia suka pakai sepatu kalau kesekolah #mulaiNggakPenting
Si lemper-seller ini juga hobi banget menggambar. Setiap kali ada tugas nggambar dari guru, dia selalu melakukan dengan maksimal dan all-out. Di kelas, dia merupakan salah dua yang bisa menggambar, satunya lagi ada yang namanya Cahya. Ehmm okay sayangnya aku nggak punya foto gambarnya si Pipit.
Bahas apalagi lagi nih...
Sepertinya cerita tentang si Pipit ini juga ada moment #kontenDewasa nya. Jadi kita mulai aja.
Hari itu, UTS (Ulangan Tengah Siang)-nya tentang pelajaran olahraga sama satunya lagi lupa. Ya Allah ternyata ingatanku lemah sekali.
Ada yang berbeda, apanya yang berbeda? Ulangan Olahraga-nya. Biasanya, selama pengalamanku hidup ulangan olahraga biasanya cenderung bersisi soal tentang basket, renang, voli, sepakbola, futsal dan semua kegiatan olahraga yang lain, kecuali karambol, karambol bukan olahraga.
Ulangan waktu itu aku nggak melihat soal-soal macam apa yang aku sebutkan diatas. Padahal materi olahraga kami waktu itu adalah beladiri, semacam pencak silat. Aku kira ya akan seputar hal-hal bagaimana cara menendang lawan, memukul lawan, mengunci gerakan lawan, dan balikan dengan mantan. Tapi ternyata nggak ada sama sekali bung.
Jujur, aku sangat kaget, mulai ada pertanyaan dalam hati ketika aku mulai membuka lembar perlembar soalnya.
"Ini ulangan materinya tentang olahraga atau Sex Education"
Pertanyaan itu terus berputar di kepala. Padahal, materi tentang sex education nggak ada di buku Olahraga, gurunya pun tak pernah menerangkan. Waduh, kalau materinya tentang sex education gini bukan lagi berdasarkan teori bacaan tapi cenderung ke pengalaman. Eh
Akibat dari menonton video porno adalah...
a. Ketagihan
b. Merusak pemikiran
c. Ingin melakukan
d. Meningkatkan keimanan
e. "tuliskan pengalaman pribadi anda sendiri"
f. biasanya sih pilihan ganda cuman sampe option "e"
Mungkin kurang lebih begitu contoh soalnya, sepertinya guru nggak perlu menerangkan, karena pada dasarnya semua orang pernah melakukan *digebukin*
Bukan hanya itu soalnya, tapi juga mencakup tentang perilaku Swalayan. Yap "melayani" diri sendiri.
Sebelumnya maaf...
Bahaya masturbasi bagi kesehatan adalah... (Soal kaya beginian beneran ada dan bukan hanya sekadar mitos)
Semua ada disitu, semua istilah-istilah yang nggak lagi asing dengan kaum adam semua ada. And Admit It! Kaum adam sudah jelas faham dan sudah khatam. Lah tapi nasib kaum hawa, mereka semua bingung.
Okay sudah cukup, ini cuman penjelas atau sekadar gambaran awal untuk masuk ke percakapan jahannam selanjutnya.
***
Malam pun tiba, menyisakan pejuang penggarap mading hanya tinggal Aku, Andie, Alex, Princess Luky dan Pipit. Kapan lalu memang UTS kami disambi dengan menggarap mading untuk lomba antar kelas.
Sebenernya anaknya yang ikut ngerjain itu banyak, tapi yang bisa bertahan sampe malem ya cuman kita berlima.
Aku boleh pulang malem karena memang diperbolehkan dan udah dapet persetujuan dari orang tua, begitu juga dengan Andie. Alex boleh pulang malem karena dia memang anak yang paling suka klayapan, walaupun sudah di sms dan di telpon sebanyak ribuan kali sama orang tuanya dia mah sante-sante aja. Princess Luky boleh pulang sampe tengah malem sekalipun karena... ya itu emang rumahnya kok. Si Pipit boleh pulang malem karena rumahnya deket sama rumahnya Princess. Udah jelas, markitjut. Mari Kita Lanjut!
Dua perempuan dan tiga laki-laki. Awalnya sebuah percakapan dan perbincangan berjalan normal-normal saja. Bahkan aku dan Alex sempat membuat maha karya diatas styroam yang tiada terpakai. Doodle.
![]() |
| Mungkin lebih bagusan lemarinya |
Suasana pun mulai berubah, semakin malam semakin nggak karuan. Seketika ada yang memulai membahas tentang sex education (baca : UTS olahraga tadi). Aku lupa siapa, yang pasti bukanlah sesuatu yang bagus membicarakan hal seperti itu saat sudah malam dan masih ada dua perempuan, apalagi ada Princess Luky di dalamnya, tapi malam itu dia nggak banyak bicara yang aneh-aneh. Tetap duduk dengan cantiknya dan mengenakan dress hitamnya. *gemeteran*
Setelah percakapan ngalor-ngidul yang bener-bener pointless. Nggak berujung, nggak tau kemana percakapan itu berlabuh dan masih tetap tentang hal yang nyeleneh. Seketika itu, terlontar dengan unyu sebuah pertanyaan dari mulut si Pipit...
"...terus kenapa namanya kok nyabun...?" *bagi yang nggak tau apa itu nyabun, aku bukan orang yang tepat yang akan menjelaskan hal ini*
Tiba-tiba terdengan suara petir. Jderrrrr!!!
Saat itu Andie selaku orang yang bisa dibilang ahli dalam hal itu (bukan ahli tentang hal nyabun, tapi ahli dalam menjelaskan sesuatu) dia ingin menjelaskan sesuatu, sebuah kalimat penjelasan hampir keluar dari mulutnya, dan tiba-tiba saja Pipit mengucapkan sesuatu yang unpredictable.
"...emm kenapa kok nggak pake baby-oil aja..."
Pertanyaan itu lebih terdengar seperti suara sangkakala, benar-benar mengagetkan. Aku, Andie dan Alex benar-benar speechless. Seseorang yang aku kira cukup diam, ternyata memiliki wawasan yang begitu luas. Hahaha dasar.
...Awalnya kami kira, dia menanyakan hal itu karena dia nggak tau definisi dari hal "laknat" tersebut. Tapi ternyata dia sudah tau dan menanyakan hal yang benar-benar tak kami kira sebelumnya...
Fiuhhh...
Aku kira itu...
| Dia yang paling kiri pakai kacamata. Hehehe |
If you want to know her, @fitridwip



Tidak ada komentar:
Posting Komentar