Mungkin Saja Menarik :)

Hello!


Rabu, 07 Agustus 2013

Curhat : Forget About Popularity

Hello apa kabar?

Sepertinya saya lagi terkena gemar-nulis-seketika syndrome.

Syndrome ini menimbulkan semacam ada hasrat dalam diri untuk senantiasa menulis. Kalau menurut estimasi saya, gemar-menulis-seketika syndrome ini ngga bertahan lama. Mungkin hanya beberapa hari, ya sekitar 30 hari lah (eh itu mah sebulan). Hhehe ngga lah, sekitar semingguan aja.

Ya pokoknya ada rasa selalu ingin nulis, tapi beberapa hari kemudian biasanya langsung lenyap begitu saja. Dan mudah-mudahan ngga lagi << udah beberapa kali saya ucapkan seperti ini tapi akhirnya tetap aja males nulis lagi.

Sudah ngga asing kan dengan istilah Stand-Up Comedy? Iya genre komedi baru yang ada di Indonesia dan akhirnya booming banget. Sebenarnya Stand-Up Comedy ini udah lama ada di luar negeri, ya kalau kata salah satu stand-up comedian Adriano Qalbi ( @adrianoqalbi ) sih Indonesia ini "udik trend", begitulah twit-nya yang dirangkum twitErview dari KomtungTV dan kalau ingin tau lebih jelasnya ya monggo klik di sini

Hhehe, dan bukan bermaksud untuk show off saya adalah seorang stand-up comedian baru di daerah saya, Sidoarjo. Dan kenapa kok saya tiba-tiba bilang begini karena semua itu ada hubungannya dengan postingan ini nanti. Eh iya kalau ngga tau Sidoarjo, Sidoarjo itu adeknya Surabaya. Anggap aja begitu ya biar masalahnya ngga tambah panjang.


Awalnya saya benar-benar ngga tau apa itu stand-up comedy.

Sampai ada teman saya yang merekomendasikan sebuah link YouTube yang menurut dia sih lucu. #StandUpNite - Raditya Dika, begitu lah judulnya. Saya yakin sudah banyak yang tau, lah viewer-nya di YouTube gitu aja udah kaya jumlah pemudik tiap mau lebaran. Banyak banget.

Video itu terbagi menjadi beberapa part. Lebih tepatnya sih 3 part. Begitu saya lihat, hasilnya ya saya ketawa. Saya sudah tau Raditya Dika semenjak saya beli bukunya, Kambing Jantan. Sebuah buku yang Bunda saya belikan untuk menambah minat baca saya pada waktu itu.

Setelah semua part sudah saya babat habis, saya mencari video serupa yang lain. Dan tentu saya hanya buka yang judulnya ada Raditya Dika-nya. Ya maklumlah.. :)

Video demi video saya lalui dengan tawa. Saya sedikit demi sedikit mulai tau apa itu stand-up comedy dan mulai ada rasa tertarik untuk terjun ke dunia stand-up comedy.

Awalnya yang saya hanya menonton video dari Raditya Dika saya mulai jajal liat semua video stand-up comedy yang tentu berbahasa Indonesia. Saya mah kurang paham kalau liat stand-up comedy yang ngomong pake Bahasa Inggris. Walaupun penonton di video itu pada ketawa saya yang hanya liat lewat layar hape cuman bisa senyum-senyum getir karena ngga ngerti. Kasian ya..

Seiring berjalannya waktu saya semakin mengerti apa itu stand-up comedy namun saya yakin apa yang saya ketahui saat itu benar-benar dasar. Dan pengetahuan saya yang ala kadarnya saat itu juga turut menumbuh suburkan rasa tertarik terhadap genre komedi ini.

Entah kenapa, walaupun saya belum pernah nyoba ber-stand-up comedy tapi kok hati ini udah ada sinyal-sinyal kecocokan gitu ya? Seakan-akan hal ini lah yang saya tunggu dari dulu. Hhehe

***

(sebelumnya mohon pengertiannya, jangan mengambil informasi setengah-setengah ya. Dibaca dulu yang bener, takutnya nanti ada salah faham)

Saat itu saya masih SMA,

Mari kita sama-sama akui bahwa tiap orang ingin dikenal. Setiap orang ingin diakui. Bener kan? Admit it deh. Lagipula manusiawi kok.

Rata-rata di SMA, anak-anak yang terkenal adalah mereka yang memiliki atau tergabung dalam band.

Seakan itu udah pasti, semacam sudah menjadi hukum alam. If you want to be popular, ikutlah suatu band.

Ngga hanya anak band sepertinya. Anak yang aktif organisasi juga akan dipandang lebih oleh orang lain. Bedanya di sini, kalau band, situ akan terkenal ngga hanya secara internal tapi juga eksternal. Di mana orang-orang di luar lingkungan sekolahmu akan banyak juga yang kenal sama situ. Kalau organisasi kan biasanya dikenal anak sekolah itu sendiri. Kecuali mereka yang aktif organisasi juga ikut event di luar.

Tulisan ini bukan semacam rasa iri terhadap anak band. Iya mungkin itu dulu, tapi sekarang ngga.

Mari jalani kehidupan masing-masing..

Hampir semua personel band itu terkenal. Vokalis, bassist, gitaris, pianis, drumer semuanya. Paling sangar kalau sampe crew-nya juga terkenal. Hebat!

Sekedar mengingatkan, tiap orang ingin dikenal. Everyone want to be famous. Apalagi untuk remaja masa kini. Ketenaran seakan menjadi kebutuhan. Ngga jarang kadang mau berbuat apa aja untuk menjadikan dirinya terkenal.

Dulu mungkin saya juga berorientasikan pada ketenaran dan semakin kesini sepertinya hal itu bukanlah sesuatu yang utama.

Waktu itu saya berpikir bagaimana caranya seperti mereka yang punya banyak teman dan terkenal. Saya ngga bisa main musik yang berarti saya ngga bisa tergabung dalam band apapun. Ditambah lagi saya ngga bisa nyanyi. Pupus sudah harapan.

Sampai suatu ketika saya melihat timeline dan menemukan sebuah komunitas stand-up comedy di kota saya tinggal. Sidoarjo.

***

Saya lupa kapan pertama kali ber-stand-up comedy. Waktu itu sih acara open mic. Sudah pada tau kan apa itu open mic? Kalau belum tau oke saya jelaskan secara singkat.

Open mic adalah salah satu acara dalam stand-up comedy dan di acara itu semua orang boleh maju. Yang ingin coba ya silahkan maju, kalau para comic (sebutan lain untuk stand-up comedian) biasanya open mic digunakan untuk nge-tes materi baru. Lucu apa ngga. Ya kurang lebih begitulah.

Pertama kali saya coba, teman-teman saya ada beberapa yang datang. Saya coba, saya ngomong di depan dan katanya sih lumayan ada yang ketawa. Hhehe awal yang bagus. Setelah beberapa saat saya tau, itu hanya keberuntungan pemula. Kenapa saya bisa bilang begitu, karena pada percobaan open mic yang kedua. Saya nge-bomb. Iya ngga lucu sama sekali. Hadeuh.. Hancur sudah harapan..

Tapi gini lho, apakah ada orang yang baru pertama kali terjun ke dalam suatu bidang. Dan dia selalu berhasil. Apalagi cuman beberapa kali percobaan. Ngga ada, bahkan sekalipun orang itu bakatnya ada di bidang itu. Bakat saya rasa memperlancar perjalanan aja, bukan berarti meniadakan kemungkinan untuk jatuh.

Oiya, komunitas stand-up comedy Sidoarjo bisa ditemui di @StandUpIndo_SDA




***

Sempat merasa gagal dan rasanya ngga mau ngulang kejadian itu lagi. Udah ngga mau coba-coba lagi. Ngga lucu itu ternyata sakit. Bukannya mendapatkan tawa malah mendapatkan lirikan aneh dari para penonton yang mungkin dalam hati berbisik..

"Anak ini ngapain sih?"

Sekali lagi, NGGA ADA PERCOBAAN YANG LANGSUNG BERHASIL BEGITU AJA.

Thomas Alfa Edison sekalipun butuh 1000 kali percobaan dan hanya satu yang berhasil. Kalau semisal si Edi (panggilan akrab terhadap Edison) ini merasa gagal pada percobaan yang kedua. Yah sudah dapat dipastikan sampe sekarang kita akan tetep pake api sebagai media penerangan. Bahkan kalau ingin liat cahaya yang kaya lampu itu harus nunggu ada petir. 

Saya mulai kumpulkan niat balik ke @StandUpIndo_SDA 

Karena memang saya rasa ada kecocokan antara diri saya dan seni komedi ini. Saya suka bikin orang lain ketawa, saya merasa diri saya lucu. Dan beberapa waktu saya mulai saya sadari, hal itu bukan modal utama. Lucu di lingkungan sendiri itu mudah, lucu dihadapan orang yang kita kenal itu mudah, tapi lucu dihadapan banyak orang baru? Hhehe 

Saya mulai beli buku tentang stand-up comedy. Pokoknya buy all the book!!

Dari baca-baca buku itu saya mulai tau teknik, istilah dan banyak hal tentang stand-up comedy. Saya juga mulai belajar menulis. Eh lah ngapain ya belajar menulis, kaya anak TK aja. Maksudnya belajar menulis materi.

Usaha, usaha dan usaha. Sampai ada beberapa orang yang mengatakan kalau saya mengalami suatu kemajuan. Alhamdulillah. Yang dulu sering banget ngga lucu, sekarang jadi lumayan sering ngga lucu. Duh sebenernya ngga bagus-bagus amat kemajuannya.

***

Saya mulai dekat dengan temen-temen @StandUpIndo_SBY Ini bukan komunitas stand-up comedy ke-presidenan. Ingat itu! Catet! 


Sempat beberapa kali mereka dateng jauh-jauh dari Surabaya untuk ikut meramaikan open mic nya Sidoarjo. Biasanya sehabis open mic selesai, ada evaluasi dan mereka biasanya ikut memberi masukan.

Saat itu lah ada sebuah pencerahan bagi saya yang masih berorientasi pada popularitas.

Salah seorang dari @StandUpIndo_SBY yang memberi masukkan bilang seperti ini, waktu itu sih yang ngomong si Mas Arif ( @arif_alfiansyah ) salah satu comic yang sekarang sudah terkenal di daerahnya, Surabaya.

"Kamu ikut stand-up comedy ini harus karena kamu suka dan cinta sama seni ini, bukan karena ingin terkenal, followers atau yang lain. Kalau emang itu tujuan kamu, ya silahkan aja keluar dari seni ini" Dia bilang gitu sambil menunjukkan pintu keluar kafe yang biasa digunakan untuk open mic

Eh iya bagi yang ngikutin perjalanan stand-up comedy. Si Mas Arif ini juara 3 Street Comedy. Hhehe

Ya walaupun itu bukan ucapan yang langsung buat saya, Mas Arif ngomongnya ke semua yang hadir di evaluasi itu. Tapi benar-benar seperti mendapatkan hantaman.

forget about popularity

Itu yang sering kita lupakan, sering kita kesampingkan. Banyak yang ngebet pengen terkenal. Apa-apa pengennya terkenal.

Dalam hal apapun, bukan hanya stand-up comedy.

Bagi yang sedang atau dalam sebuah komunitas atau sedang dalam melakukan sesuatu, jangan berorientasi pada ketenaran. Sekali lagi ... forget about popularity

Lakukan aja semuanya semaksimal mungkin. Do your best..

Apa yang akan kamu dapatkan akan berbanding lurus dengan apa yang kamu usahakan, What you do is what you get..

Kalau emang dilakukan dengan semaksimal mungkin dan tentu dengan sepenuh hati. Bahkan hal-hal yang ngga kita harapkan akan dateng juga. Malah biasanya di luar ekspektasi, tentu aja yang baik-baik. Udahlah jalani aja. Hhehe

***

Share sedikit tentang tentang stand-up comedy..

Apa sih enaknya? Banyak orang yang sudah mendalami bidang ini mengalami perubahan dalam dirinya. Merasa ada yang beda aja.

Minimal kita bisa menjadi pribadi yang menyenangkan, kita bisa jadi orang yang lucu lah. Yaa walaupun untuk jadi lucu ngga harus ikut stand-up comedy. 

Ernest Prakasa ( @ernestprakasa ) seorang finalis Stand Up Comedy Kompas TV Season 1 dalam bukunya DMKM, Dari Merem Ke Melek juga bilang begitu..

Biasanya orang yang lucu itu biasanya lebih menyenangkan, dan menurut dia salah satu cara agar mudah diterima di lingkungan baru dan menambah banyak teman adaah dengan menjadi seorang yang membagi keceriaan lewat tawa, tanpa harus menjadi slapstick atau maksa.

Dia sih bilangnya begitu di bukunya halaman 13.

Stand-up comedy juga belajar lebih serius untuk tidak serius. Kalau itu katanya Om Ramonpapana ( @ramonpapana ). Hhehe, semoga ada manfaat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
;