Mungkin Saja Menarik :)

Hello!


Senin, 28 Mei 2012

Ya, Semua Masih Berjalan Indah

Kisah ini merupakan kelanjutan dari Curahan Apa yang Ada, Begining. Mungkin dalam cerita sebelumnya, berisikan tentang masa-masa dalam mendapatkan sebuah "rasa" dan akhirnya yes! I got it. 

Setelah semuanya sudah jelas, dimana aku pun mengetahui bahwa perasaan ini bukanlah suatu perasaan sepihak. Bahasa gaulnya "rasa" ini tidak bertepuk sebelah tangan. Kenapa aku masih menggunakan kata "rasa" tetapi bukan suka-sayang-cinta. Haha ya sudah lah lanjutkan saja.

Seperti mendapatkan sebuah kado istimewa dari yang Kuasa, ya Allah memang tau segalanya. Kehadiranya bagaikan sebuah penyejuk dalam kesendirianku, aku memang tak sepenuhnya sendiri tapi sebuah "rasa" ini memang beda adanya. Jujur walaupun aku pernah merasakan ini sebelumnya, tapi disaat "rasa" itu datang lagi... wah! like I never felt this before.



Berhubung kita berdua sudah sama-sama suka dan sama-sama tau, terciptalah sebuah sms dan chat yang tidak biasa, ya bagiku semua itu merupakan suatu yang tidak biasa. Semua yang berhubungan dengan mu, semuanya spesial.

Masih terpikir, sungguh lucu aku dulu. Bagaimana bisa orang yang aku anggap orang paling aneh di kelas, bisa menjadi orang yang spesial.

Menjawab pertanyaan diatas, kenapa aku memilih menggunakan kata "rasa"? Ya karena memang aneh, maksudku rasa inilah yang aneh. Aku suka dia sudah jelas, dan mungkin dari suka berubahlah rasa itu menjadi sebuah sayang. Sayang yang ada dalam hatiku seakan tumbuh subur, dan aku pun mulai bertanya "apakah ini sebuah cinta?" Semakin lama ku pikir kan, aku rasa semuanya nyaris tiada bedanya, jadi mereka semua (suka-sayang-cinta) merupakan suatu rantai yang pasti terjadi dalam per-asmara-an. Sungguh indah namun juga begitu aneh.

Entahlah, semua itu terasa begitu indah dan... memang indah.

Ada sebuah kejadian yang cukup membuat ku, hampir jatuh dan nyaris saja ku tinggalkan perasaan ini.

...flashback...

Kalau tidak salah kejadian ini berlangsung pada jam istirahat, dimana dia sedang duduk dengan anggunnya di bangku depan kelas, walaupun sebenarnya dia tak pernah bisa untuk duduk tenang dan manis tapi biarlah sesekali ku memujinya. Lalu... terjadi sebuah percakapan antara dia, temannya dan temannya yang lain. 

Aku lupa bagaimana percakapan itu jelasnya, tapi aku ingat bahwa dia menyebutkan sebuah nama "Dear" dan sepertinya dia suka padanya. Dalam benakku langsung muncul sebuah tanya. Dear? Bukanlah untuk ukuran sebuah nama, nama Dear itu begitu elite. Rasanya semuanya telah hancur dan tiada harapan, aku pun tak sanggup jika harus bercermin. Mungkin aku tiada apa-apanya dibandingkan dengan Dear.

Nama Dear terus berputar dalam pikiranku, dan nama itulah yang membuat ku ragu akan perkataan dari kawanku Dedi yang mengatakan bahwa "udahlah Dann kamu itu udah sama-sama suka". Bagaimana bisa sama-sama suka? Dia sudah ada orang lain. Ditambah lagi sebuah selembar kertas berwarna... aku lupa, pokoknya kertas itu tertempel dekat dengan bangkunya dan lagi lagi bertuliskan "Dear".

Haha, tapi... cerita ini nyambung ama cerita sebelumnya. Jawaban ku "terserah" pada pertanyaan Dedi "he Dann aku bilangin ke anaknya ya kalo kamu suka" seakan memperjelas segalanya.

Tak kusangka, Dear yang sering dia sebut. Ternyata hanya sebuah sosok yang biasa, ya sosok yang biasa. Yaitu aku, hehe sesekali pede tiada menjadi masalah kan? 

Itulah, kejadian yang sangat tak terduga. Ya Allah, cara-Mu dalam men-skenario semuanya sungguh luar biasa. Subhanallah.

Hmm postingan kali ini cuman sekedar pelengkap aja kayanya. Ya ini hanya sebuah gambaran yang akan menuntun pada apa yang "sebenernya".

Sudahlah... lihat bagaimana nanti saja...

nb: mungkin para pembaca sering merasakan adanya perbedaan style dalam tulisan saya belakangan ini, ya karena saya sedang mencari karakteristik jati diri dalam tulis-menulis. :) Doakan saya terus ya, semoga segera menemukan gaya yang PAS! Aamiin

2 komentar:

 
;