Mungkin Saja Menarik :)

Hello!


Selasa, 23 Oktober 2012

Pohon Jati, Jati Diri

Jati diri. Siapa memangnya yang gak tau? Banyak yang tau tapi jarang sekali yang tau makna sebenarnya. Tapi kalau memang ingin tau makna yang sebenarnya silahkan buka KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia).

Aku adalah seorang remaja. Remaja identik dengan pencarian jati diri. Yang terus mencari sebuah atau bahkan semua hal baru. Mencari sesuatu yang click dengan diri. Cari PW (Posisi Wenak).

Postingan sebelumnya..(aku tambah-tambahin dikit yah. Biar keren gitu lho ah)

"Menurutku mencari sebuah jati diri. Sama susahnya dengan mencari pohon jati ditengah perkotaan yang besar. Susah. Sangat susah. Tapi cobalah untuk lebih peka dengan lingkungan. Cobalah sedikit membuka pikiran. Tak selamanya pohon jati itu berupa pohon. Siapa tau, tiap kertas yang kita pakai, tiap kursi atau meja yang kita gunakan, pensil yang biasa kita gunakan untuk menulis, bahkan tusuk gigi yang biasa di warung bakso. Who is know?"


Itu yang diatas itu niatnya biar jadi quote. Iya quote kaya kata-kata orang terkenal atau artis, atau tokoh-tokoh yang lain. Tapi mana ada quote yang panjang kaya gitu. Twitter cuman muat 140 karakter. Jadi udah barang tentu quote-ku gak nampang di twitter.

Nasib...

Kembali lagi ke jati diri. Sama seperti kata Bang Haji Rhoma Irama.

"Masa muda, masa yang berapi-api"

Yap, itu cocok sekali. Pernah denger seorang anak kecil berhasil membakar rumahnya sendiri gara-gara main petasan. Iya itu contoh dari masa yang berapi-api.

Atau mungkin Bang Haji Rhoma terinspirasi pangeran Zukko yang di avatar (maaf kalau tulisannya salah). Dia masih mudah dan juga berapi-api. Karena dia memang pengendali api. Semisal si Aang. Pasti lagunya Bang Haji Rhoma berubah jadi.

"Masa muda, masa yang berangin-angin"

Atau pengendali yang lain. Mungkin jadi "Masa yang berair-air" atau "Masa yang bertanah-tanah"

Udahlah. Apasih

Masa muda, semua pada berlomba cari jati diri. Coba ini coba itu. Semua yang mereka coba, menggunakan dasar "Ini masa pencarian jati diri"

Ya selama nyoba yang baik-baik mah gak masalah. Nyoba-nyoba ngaji. Mungkin jati diri kalian kelak adalah seorang Uztad. Atau nyoba-nyoba suka membantu orang lain. Mungkin kelak akan menjadi pembantu.

Hmm. Coba kalian bayangkan. Lah yang nyoba-nyoba hal baik aja bisa jadi pembantu. Apalagi kalian yang emang nyoba hal buruk.

Sama halnya seperti diriku. Aku masih dalam pencarian jati diri. Ibarat masih browsing mencari sebuah data. Mencoba untuk men-download data-data yang menguntungkan dan memasukkannya dalam kehidupanku. Eciyehhh. << ini apa???

Mencoba dalam dunia tulis-menulis. Akhirnya aku putuskan untuk nulis di blog. Karena aku sadar diri. Aku gak mungkin nulis di tembok rumah kaya adek-adek ku. Yang bebas coret sana coret sini.

Di blog ini. Jati diri ku juga masih belum jelas. Gaya penulisan ku terus berubah-ubah. Cari yang beneran click. Yang bener-bener pas. Pernah kalian bayangkan pake daleman yang kebesaran. Gak nyaman kan? Iya sama kaya apa yang saya rasakan. Daleman yang aku pake kebesaran.

Iya daleman yang aku pake ini ... *batere laptop lowbat*

Oke-oke stop bahas daleman gak jelas tadi. Kembali ke jati diri. Aku juga mencoba seorang comic. Kalian pasti bingung. Kenapa seorang manusia yang diciptakan sempurna, memilih untuk menjadi sebuah bahan bacaan. Yaitu comic.

Ya nggak lah. Comic adalah Stand Tp Comedian. Sudah jelas kalian tau. Sekarang udah menjamur kemana-mana. Aku ingin terjun ke dunia itu. Tapi apa daya. Aku masih newbie. Tampil aja 3 kali. Berhasil membuat 1-2 orang ketawa rasanya udah beruntung. Memang benar, ternyata Surga itu SEDERHANA.

Secepatnya akan aku perdalam bidang itu. Stand Up Comedy! I'm coming...

Apalagi ya. Aku juga nyoba buat clothing tapi apa daya. Hanya mimpi. Tapi akan terus aku usahakan sampai mimpi itu jadi nyata.

Alangkah indahnya saat kita mewarnai pencarian jati diri kita dengan sebuah hal yang menyenangkan.

Sebenarnya jati diri dan feel dari hal yang kita lakukan sangat dekat dengan kita, tapi mungkin kita aja yang kurang peka. Sama seperti pohon jati tadi. Kalau kita cari utuh berupa pohon jati, kapan ketemunya?

Hmm closing yang aneh. Tapi yasudahlah. :))

2 komentar:

 
;