Mungkin Saja Menarik :)

Hello!


Kamis, 18 Oktober 2012

New Page (Post Pending)

Fiuh. Ternyata sudah lama sekali aku nggak mencurahkan uneg-uneg di blog ini. Mungkin karena aku terlalu sok sibuk. Iya aku sok sibuk mencari kesibukan. Karena sebenernya aku memang nggak sibuk-sibuk banget sih.

Biasanya kesibukkan karena suatu organisasi. Aku bukan tipe seseorang yang aktif berorganisasi. Sepertinya sampai saat ini aku masih dalam pencarian jati diri. Ternyata mencari jati diri sama susahnya mencari pohon jati di kota besar. Hampir mustahil. Tapi percayalah, mungkin pohon jati itu sudah tak berupa pohon besar nan kokoh. Mungkin sudah menjadi tusuk gigi yang biasa kalian gunakan sehabis makan bakso.

Sebenarnya sudah dari dulu, aku ingin mendedikasikan diri buat blog ku tercinta ini. Mengingat salah satu cita-cita ku adalah penulis, iya penulis yang berasal dari blog. Seperti seorang Raditya Dika.

Mungkin setelah ini kalian bisa lanjutkan bacanya, dengan klik link dibawah.

Apa yang akan aku angkat dalam post kali ini. Simple, sekarang aku sudah bukan kelas 10 lagi. Aku sudah menjadi murid kelas 11. Iya disekolah ku tercinta. SMAMDA. Sedikit berlebihan, tapi biarlah. Siapa peduli, sedikit pemanis memang terkadang penting. Siapa tau saat kepala sekolah iseng-iseng sedang internetan terus nemu danndone.blogspot.com dan baca post yang ini. Siapa tau SPP yang 430ribu bisa turun jadi 429.500. Sudahlah.

Kelas 11, masa yang paling indah. Sudah jelas bukan. Dulu kelas 10 dimana masa mungkin paling cupu. Mungkin aku yang cupu. Hmm

Ya jelas indah, kelas 10 kita belum tau apa-apa. Belum begitu kenal guru ini guru itu, belum tau tiap-tiap karakteristiknya. Sekarang kita kelas 11, dan... haha *sedikit dengan nada remeh dengan Fkres Minor*

Bisa dibilang kelas 11 ini adalah masa yang sangat bersinar. Dimana semuanya akan terlihat begitu menyenangkan dan terang. Mungkin lain kali, aku gak akan beli lampu yang Watt-nya terlalu besar. Semua begitu menyilaukan. Sampai susah membedakan mana yang benar, dan mana yang kurang tepat. Karena memang gak ada kejadian yang mutlak salah -prinsip ngawur

Kelas 11, yang pacaran udah mulai dari kelas 10. Sekarang udah bisa kenal lebih dalam. Iya mungkin bisa sampe tau warna daleman yang lagi dipake satu sama lain. Parah.

Dan mungkin yang cupu dari kelas 10, sekarang bisa mengembangkan sayap kecupuannya lebih lebar. Siapa tau bisa buat Cupu-United. Ntahlah

Mungkin juga yang Jomblo dari kelas 10, sekarang sudah menemukan tambatan hati. Betapa bahagianya.

Dulu aku adalah seorang penghuni kelas X-3. Iya kelas ku selama satu tahun bersama karakter yang sangat berbeda-beda. Sayangnya aku tak sempat cerita disini. Hmm tapi rasanya tak cukuplah suatu blog menampung cerita-cerita ku. Mungkin harus pindah Wordpress.

Mudah-mudahan suatu saat sempat aku buat post tentang "People Inside". Isinya tentang orang-orang yang pernah aku temui. Wuih.

Sekarang aku berada di XI-IPA-1. Kelas ku yang begitu luar biasa.

Dimana luar biasanya? Karena semua anak-anak disini ngakunya lulusan SDLB. Iya Sekolah Dasar Luar Biasa. Dan ntah kenapa mereka sekarang sudah normal.

Ah bercanda. Gak gitu-gitu juga. Awal masuk kelas ini. Tak ada satupun yang ku kenal selain diri ku sendiri. Hmm mantan X-3 aku juga masih kenal dengan baik. Sedikit Hiperbola.

Malam ini cukup luar biasa. Sunyi. Tenang. Sedikit PHP cuaca. Terlihat mendung, tapi tak ada hujan. Seperti halnya suatu panggilan sayang tanpa suatu hubungan, atau suatu kedekatan dengan seseorang yang sudah memiliki pacar. 

Barusan ditemani oleh sebuah lagu We Are Young - Fun.

Nice.

Kelas 11 ini. Rasanya beda, iya jelas beda sebenarnya. Walaupun kadang tak mampu move on dari kenangan kelas 10. Walaupun aku sangat yakin, kenangan di kelas 10 itu gak banyak-banyak amat. Maklum di kelas 10 aku kurang mampu muncul kepermukaan. Aku selalu tenggelam.

#Curhat

Oiya, saya anak IPA. Sebuah jurusan yang pertamanya aku kira sangat menyeramkan. Halah tapi ternyata ya gitu-gitu aja. Intinya modal niat aja deh.

Aku ingin sedikit cerita, orang yang aku suka. Si dia. Dia menjadi orang IPS. Hmm kenapa kalau IPA menggunakan kata "anak" sedangkan IPS menggunakan kata "orang" Ya karena di IPA masih seperti anak-anak. Semisal kita terlalu serius, so kurang enak. 

Bukankah tiap untaian rumus, ikatan dan hitungan dalam IPA adalah suatu bahasa yang menyenangkan.

Disini menyenangkan, ya sangat menyenangkan. Apalagi dengan banyaknya karakter yang sangat berbeda. 

Aku gak nulis banyak-banyak disini. Karena ini hanya sekadar jembatan ke post-post yang berikutnya. Mudah-mudah saja, tiap 2 hari sekali bisa nge-post.

Biar biasa nulis, dan bisa menemukan feel tulis menulis.

That's All

Wassalam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
;