Jujur aku ingin menyelesaikan untuk menulis seluruh anak dalam kelas ku. Jadi daripada terlalu banyak menunda lagi, mending
Tulisan terakhir tentang seorang perempuan yang dengan kecerdasannya mampu menguasai empat elemen dalam dunia IPA. Fisika, Kimia, Matematika, Biologi. Sungguh ajaib, mungkin dia dulu sewaktu kecil terkena Pica Syndrome. Pica Syndrome itu sebuah keadaan dimana seorang anak suka nyamil benda yang bukan makanan, kaya kapur, pasir dan lain sebagainya. Mungkin dulu dia nyamil buku soal SNMPTN.
Tulisan kali ini aku akan menceritakan tentang seorang perempuan. Perempuan yang bisa dibilang brightness kulitnya maksimal. Ibarat sebuah foto, hasilnya udah terang banget. Dia kecil, imut, putih. Awalnya aku kira dia hamster, ternyata manusia. :)
Dian <<< seperti biasanya, nama akan ditulis sebagaimana orangnya. Dia orangnya putih ya nama ditulis putih, dia kecil ya namanya juga ditulis kecil. Yang susah itu, dia cantik, aku ngga tau harus bagaimana membuat tulisan ku ini secantik dirinya.
Sepertinya aku salah kalau menyebut dia seorang perempuan, bukan salah sih mungkin kurang tepat. Akan lebih tepat kalau ditulis dengan "Gadis Cilik" atau bisa juga "Gadis Mungil", seakan lebih tepat untuk melengkapi atribut keunyuan-nya.
Nama panggilannya Dian, nama sebenarnya kemuDian.
Ya ngga lah. Namanya Dian, nama panjangnya Diancam. #apasih
Dian Maulani Putri, itu nama lengkapnya. Aku tak pernah melihat sosoknya dikala dulu masih kelas 10. Apa mungkin faktor ukuran tubuh yang mungil jadi aku sulit menemukan si Dian ini. Ntahlah.
Dia dulu anak kelas sepuluh... sepuluh... sepuluh berapa ya dia. Lupa.
Mari sedikit mendetail. Dian memang seorang gadis yang imut, kecil, lucu. Kalau mau dia bisa jadi gantungan kunci.
Dia tidak terlalu tinggi, ya seperti yang aku deskripsikan seperti sebelumnya. Dia itu kecil, mungkin dulu orang tuanya memutuskan untuk mebonsai dirinya. Pokoknya si Dian ini unyu maksimal. Udah wajahnya yang baby face, ditambah dengan senyumnya yang manis. Perfecto, capucino buatanmu numero uno. Eh iya, si Dian ini juga putih, sangat putih malahan. Kalau dibandingkan sama susu, lebih putih dia. Waktu itu dibandingkan waranya sama susu Ultramilk yang rasa coklat. Yaiyalah putihan dia!
Pada dasarnya semua perempuan itu cantik. They are beautiful by their way. Dian ini juga perempuan, eh salah maksudku Gadis Kecil yang cantik. Kalau ada orang yang ketemu dia, mungkin ingin sekali mencubit pipinya. Dan kalau ada orang yang ketemu aku, mungkin dia juga ingin sekali mencabik pipiku.
Dulu dia orangnya pendiam. Saat diajak bicara dia tak pernah menghiraukan. Ya mungkin benar, kalau ada orang shalat jangan diajak ngomong. Huff.
Dulu dia memang pendiam pada awal kelas sebelas, yaiyalah namanya juga lingkungan baru, orang-orang baru, dan suasana baru. Setiap masa kenaikan kelas, apalagi saat penjurusan yang berarti harus merelekan berpisah dengan teman kelas sepuluh memang rasanya berat. Rasanya masih belum bisa move on dari kenangan teman-teman kelas sepuluh. Dan mungkin sebagian besar memang seperti itu. Dominasi sih perempuan. Tapi tenang, kelas sebelas pasti juga akan menyenangkan. Bahkan sangat menyenangkan jika tiba waktunya.
Sekarang Dian sudah menjadi pribadi yang menyenangkan, enak diajak ngobrol, enak diajak becanda, dan dibakar atau digoreng juga kayanya sih enak. Beberapa waktu yang lalu, Dian sempat satu kelompok senam aerobik dengan ku. Dan ternyata dia selain kecil dia juga lincah dan gesit, dia juga irit. Setiap kali ada sebuah kegilaan yang terjadi, tawa dalam suara mungilnya selalu mengiringi.
Dian adalah seorang mezzo-soprano dalam Paduan Suara di sekolah. Sepertinya beberapa hari lagi dia akan mengikuti lomba tingkat provinsi. Keren kan? Bukan Dian-nya yang keren, tapi Paduan Suara-nya. Hehe ampun. Dian memang memiliki suara yang khas, aku kurang bisa mendeskripsikan sebuah suara. Lah mendeskripsikan penampilan dan perawakan seseorang saja aku sering ngawur. Suaranya si Dian ini enak, jadi kalau laper dan ngga ada lauk. Bisa minta suaranya dia. Ya ngga lah! Dian ini suaranya enak, dia diam aja merdu kok, apalagi nyanyi.
http://r-a-i-n-cloud.blogspot.com/ <<< Dia juga seorang blogger sebagaimana aku, tapi bedanya dia lebih istiqomah dalam posting. Postingan terakhir itu tanggal 2 Juni. Lah sedangkan blog ku ini postingan terakhir waktu Soekarno diculik para golongan muda ke Rengas Dengklok untuk mempercepat kemerdekaan. Lamaaaa banget.
Kalau main ke blog-nya dia. Harap pakai payung atau jas hujan. Soalnya isinya tentang hujan. Aku terakhir buka blog-nya eh laptop ku rusak karena kebahasan. Jadi ati-ati ya. Eh iya, awas licin. Awas kepleset terus jatuh. Jatuh cinta sama dia maksudnya.
Eh tapi jangan, dia sudah dalam suatu hubungan yang tak tau disebut apa. Dia masih dalam penantiannya menunggu seseorang yang tak kunjung datang kepadanya dan menyatakan cinta. Dan sekarang Dian lah yang mempertanyakan cinta seseorang tersebut kepadanya. Ya mudah-mudahan semuanya berjalan sesuai harapan. <<< Barusan itu spoiler dari Blog nya si Dian.
Hehe kurang lebih begitu, sudah lama ngga nulis jadi agak tumpul. Sekian tentang Dian dan kalau ingin tau lebih banyak ya hubungi aja dia. Kunjungi blognya atau di @_Dianmaulani juga bisa. :)
![]() |
| Tuh kan wajahnya bagaikan cahaya diatantara kegelapan. :) |
![]() |
| Ini Dian dan tiga saudara kembarnya. Sebenernya sih itu cuman efek aja sih. :) |




Sekecil itukah saya?--"
BalasHapuswkwkwkwk, gokil dan postinganmu. Aku suka, yeay. Jadi malu nih :3
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus