Mungkin Saja Menarik :)

Hello!


Senin, 05 Agustus 2013

Review Ngasal : The Conjuring

Hello,

Ingin rasanya punya blog yang selain menceritakan tentang kehidupan sendiri, juga sekalian share informasi gitu. Sejauh ini sih blog ini masih sering menceritakan tentang kehidupan dan teman-teman sendiri. Dan sepertinya, yang setidaknya sedikit bermanfaat adalah post tentang Ayam Goreng Bumbu Api Neraka! Itu merupakan postingan pertama saya dalam me-review sesuatu, dan saya sangat yakin review-an itu juga ngasal banget.

Sesuai judulnya Review Ngasal saya akan me-riview sesuatu dengan just the way I am, dan kalau semisal situ berharap review yang benar-benar bermanfaat, waduh maap sepertinya salah tempat. Ini juga ngga murni me-review, lebih banyak ceritanya malahan. Hhehe


Kesempatan kali ini saya akan me-review sebuah film horror yang sedang hangat di timeline twitter. Sebuah film yang memiliki kata asal Conjure yang artinya (menurut Google Translate) adalah meminta dengan sangat. Tapi ngga tau lagi sih, saya kurang bisa memahami judul sebuah film, hhehe.

Yap, The Conjuring

Nih penampakan posternya, siapa tau situ mau ambil terus dijadiin wallpaper handphone. Apalagi yang ada boneka Annabelle-nya itu, cocok banget jadi wallpaper :)







Yap. Ini dia The Conjuring, sebuah film dengan arti meminta dengan sangat.

Kalau sebuah film dengan salah satu alat dalam menangkap ikan itu The Con-jaring
Dan kalau sebuah film yang menceritakan tentang lembah yang dalam dan sempit itu The Con-jurang

Lupakan plesetan ala The Comment di atas..

Sebelumnya saya sama sekali bukan penyuka film horror. Jarang ada rasa penasaran terhadap tiap film horror yang akan ataupun sedang tayang. Namun The Conjuring ini berbeda. Banyak twit-twit tentang film ini yang berterbangan di timeline dan sedikit demi sedikit merangsang rasa penasaran saya.

Salah satu akun twitter Indonesia yang membahas film-film dalam dan luar negeri @ScreenSaversID kapan lalu kalau ngga salah merekomendasikan film ini.


Twit dari @ScreenSaversID juga ikut turut serta dalam meprovokasi rasa penasaran. Belakangan ini untuk urusan dalam dunia per-film-an saya percaya pada akun twitter tersebut. Sebenarnya banyak sih informasi tentang film, entah mengapa saya seakan sreg sama yang satu ini. Semacam jatuh cinta pada pandangan pertama. Saya juga sering mengikuti channel YouTube mereka. Nih link-nya http://t.co/eTxn1O2LdF

Ehm ini kenapa saya malah bahas akun twitter ya?

Ada lagi satu twit yang saya lupa itu dari siapa. Inti twit-nya itu kaya gini :

"Jangan pernah liat trailernya atau browsing gambarnya. Less you know is better what will you get. Film ini bagus atau ngga silahkan liat sendiri, tapi saya sangat merekomendasikan film ini untuk ditonton"

Pokoknya begitulah..

Mungkin sensasinya lebih maksimal apabila :

"Jangan pernah liat trailernya, browsing gambarnya, sekalian aja ngga usah nonton filmnya. Less you know is better what will you get..."

Hhehe,

Saya turuti semua apa yang diperintahkan. Saya ingin benar-benar memposisikan diri saya untuk tidak tau apa-apa. Kapan lalu saya memutuskan untuk amnesia.

Ketika teman saya ada yang menonton trailernya saya hanya bisa menutup telinga dan pergi sejauh mungkin.

***

Mulai menrencanakan hari yang free. Akhirnya bertemu dengan hari Rabu 31 Juli di mana Saya, Andie dan Alex bebas dari segala masalah kehidupan (baca : les dan tugas)

Niat tulus untuk bersegera dalam menonton film The Conjuring ini dipatahkah dengan mudah oleh Alex yang mengatakan kalau nonton film horror ngga ada ceweknya ngga seru.

Entah apa yang mendasari pendapat dari Alex tersebut dan ngga tau kenapa pula kami berdua juga akhirnya meng-iya-kan.

Jadi sia-sialah saya yang sudah membawa baju ganti dari rumah, yang menurut plan awal,

begitu pulang dari sekolah - ngga perlu pulang dan cukup stay di rumah Alex - setelah itu Andie datang menyusul - berangkat lah kita menonton film itu.

Namun tidak seperti itu jadinya, malahan,

begitu pulang dari sekolah - ngga perlu pulang dan cukup stay di rumah Alex - setelah itu Andie datang menyusul - Alex mulai berpikir liat horror ngga ada cewek ngga seru - saya mulai main iPad - mulai bimbang antara jadi atau tidak dan malah ingin banting setir jadi nonton film Turbo - akhirnya ngga jadi - malah BUBER!! - IYA BENERAN MALAH BUBER!! APA URUSANNYA COBA NIATNYA TADI NONTON MALAH JADI BUBER!! (untung saja disubsidi oleh ibunya Alex)

***

Esoknya, Kamis 1 Agustus sepertinya waktu yang tepat untuk melancarkan rencana yang kemarin ngga jadi begitu saja.

Awalnya si Alex mungkin hanya ingin ada 1 atau 2 perempuan saja. Dan lagi-lagi ngga sesuai rencana, yang ikut malah 3 perempuan sekaligus. Jadi formasinya 3 laki-laki dan 3 perempuan. Yang tadinya ingin sekadar nonton film malah berubah menjadi seperti triple-date. Hadeuhhhhhhh...

Oiya 3 perempuan itu adalah Mega, Devinta dan Agitha. Untuk Mega dan Devinta sudah pernah saya ceritakan secara asal seperti apa dia di blog sini. Kalau nganggur ya mending silahkan baca-baca dulu lah :) #promo

Saya berhasil turuti semua saran, saya ngga liat trailer ngga browsing gambar, pokoknya benar-benar ngga tau apa-apa. Sempat juga saya kepikiran ngga jadi liat film-nya biar sekalian ngga tau apa-apa hhehe. Dan saya yang datangnya agak telat juga benar-benar ngga tau apa-apa, tiba-tiba kami dapat seat paling depan. Yap benar duduk paling depan. Tinggal bawa aja tiker sama tenda aja biar sekalian camping.

Semisal layar bioskop kaya tipi yang cuman 21inch atau yang paling gede sekarang sih 80inch mah ngga masalah kalau diliat dari deket. Lah ini sudah pada tau kan layar bioskop itu segede apa?

Oiya, posisi duduknya sudah benar-benar menyerupai sekolompok orang yang sedang melakukan triple-date Saya-Agitha, Alex-Mega, dan Andie-Devinta. Ckckckc..

Sialnya saya duduk di tengah, iya ngga tengah-tengah banget sih. Pokoknya tempat duduk saya ada disebelah tangga, dekat sumbu simetris layar bioskop tersebut. Dan situ tau bagaimana rasanya? Mual.

Kedua mata ini berasa jadi scanner yang ngeliat secara utuh layar bioskop dari kiri ke kanan maupun sebaliknya. Dan hal itu dilakukan sepanjang film itu diputar.

Momen paling ngga enak waktu di depan adalah sebuah dilema. 

Ketika situ liat gambarnya, maka situ akan kelewatan subtitlenya. Begitu juga sebaliknya, ketika situ baca subtitlenya apalagi yang panjang, sudah dapat dipastikan situ akan kelewatan gambarnya.

Waktu itu saya benar-benar dilema mana yang lebih baik untuk saya dan saya memutuskan untuk shalat Istikhara.

Kita sama-sama tau kan kalau The Conjuring itu film horror? Jadi ketika si setannya itu muncul secara bangsat dan menganggetkan sensasi puncak ada pada orang di seat paling depan. Coba bayangkan

*musik mulai menegangkan* *udah ada tanda-tanda mau muncul setan* *JENG!!!!* *MUNCUL MUKA SETANNYA SEGEDE LAYAR BIOSKOP*

The Conjuring itu juga adalah film horror pertama yang saya liat di bioskop. Sebelumnya saya pernah melihat Insidious yang ternyata direktornya si James Wan menjadi direktor yang sama di The Conjuring. Itupun saya liat Insidious-nya di kelas diputer lewat proyektor kelas waktu jam kosong. Tapi gimana-gimana tetep aja ngaggetin filmnya. :(

Sepertinya review-nya dimulai di sini..

Si James Wan kan juga direktornya film Saw kan? Saya kira filmnya akan banyak muncratan darah dan berbagai adegan sadis layaknya film Saw. Saya memang hanya sekali pernah melihat film Saw, itupun saya lupa yang keberapa. Kalau ngga salah saya liat di salah satu stasiun televisi swasta, hmm RCTI mungkin.

Saya hanya bisa melihat film Saw itu dengan tenang hanya saat... adegan... iklan. Iya saya sangat tenang waktu melihat iklan sudah muncul, waktu itu sih iklan Jas Jus "Segarnya sensasi buah duniaaaa"

Waktu film-nya sudah mulai lagi saya hanya bisa bersembunyi di balik bantal dan hanya mendengarkan suaranya saja.

Hmm di The Conjuring ini juga ada sih beberapa adegan dengan darah-darah. Tentu bukan ketika salah satu pemeran perempuannya mendadak menstruasi. Kalau ngga salah waktu si Ibu dari 5 orang anak perempuan yang cantik-cantik ini mulai kesurupan dan menggigit ntah pipi ntah telinga dari polisi yang hendak menenangkannya.

Sedikit bahas tentang 5 orang anaknya yang perempuan semua. Wow! Seorang Ibu dengan 5 orang anak perempuan yang semuanya cantik-cantik. Pasti kalau ada temen laki-laki dari salah seorang anak tadi main ke rumahnya saya yakin pasti bakal betah. Mulai dari kakak pertama sampe adek yang terakhir kaya begitu semua, cantik semua euy. Semua sekeluarga itu cantik, yaaa kecuali situ tau sendirilah, Bapaknya jelas ngga cantik lah...

Dan dari 5 anaknya si Ibu ini saya paling suka dengan si Christine. Dia diperankan oleh aktris muda yang bernama Joey King. Saya pun jatuh hati padanya namun apa daya selain dia adalah aktris muda Hollywood dan saya hanya manusia biasa, dia juga masih kecil bisa-bisa nantinya saya disangka suka sama anak kecil. Hih!

Penampakan dari si Joey King



The Conjuring ini katanya si @ScreenSaversID termasuk old-school horror gitu lah. Tapi sudah cukup canggih dengan alat-alat yang dipake waktu mulai intensif nyari setannya.

Ngga beda jauh sih sama Insidious, alat-alat yang dipake juga hampir sama. Ya kamera yang nangkep gambar setan, pendeteksi suara-suara. Kayanya mereka itu beli di toko yang sama deh. Habis itu ada hasil foto yang ternyata setannya ikut ke-jepret. Bagian tangannya aja waktu itu. Ini setan kenapa pada narsis-narsis amat sih. Untung dulu belum ada Instagram..

Di Insidious ceritanya ada seorang perempuan yang bisa merasakan kehadiran mahluk-mahluk halus gitu kan? Ya sama di The Conjuring ini juga ada. Bedanya perempuan yang bisa merasakan "sesuatu" ini masih muda dan sudah bersuami. Kalau yang di Insidious kan udah tua gitu kan.

Di Insidious si ayah kesurupan setan perempuan, di The Conjuring juga begitu. Tapi bedanya ini si Ibu yang kesurupan setan perempuan. Mirip-mirip ya

Hanya saya aja yang merasa atau situ juga merasakan hal yang sama. Menurut saya setannya luar negeri itu ngga seberapa menakutkan ketimbang setannya Indonesia. Bener ngga sih? Malah biasanya setannya cenderung tampil rapih. Beda kan sama setan Indonesia yang biasa tampil ala kadarnya. Mungkin setan Indoneisa berprinsip, "pakailah sesuatu yang menurutmu nyaman"

Lah tapi setan luar negeri ini kalau di film keluarnya suka ngga aturan. Nganggetinnya itu lho yang KURANG AJAR.

Bagi yang udah liat pasti tau adegan ini kan?


Itu momen asu tenan!!

Setannya ngga keluar seluruhnya. Cuman sepasang tangan dan dia tepuk tangan. UDAH GITU AJA. TAPI NGAGGETINNYA SETENGAH MATI!

Sebelumnya sih emang ada suara dari si setan itu sih "Wanna play hide and clap?" Habis itu prok, prok, prok. Dan seketika itu pula saya jadi was-was kalau ada suara tepuk tangan. Selain semisal malam-malam mendengar benda jatuh, atau mungkin ketawa atau tangis seseorang, suara tepuk tangan juga jadi sesuatu yang horror sekarang. 

Hmm pernah dengar ungkapan yang bilang, 

"Milikilah rasa ingin tau yang besar seperti halnya anak kecil" Tau kan ya? 

Sepertinya perlu ada ungkapan baru yang mungkin lebih baik,

"Milikilah rasa ingin tau yang besar seperti pemain film horror"

Emang begitu kan ya? Liat aja disetiap film horror. Semua orangnya pasti gampang penasaran, gampang pengen tau dan... akhirnya eh didatengin... eh ternyata ada setannya... eh ternyata akhirnya dia sendiri yang rugi... sialnya biasanya, eh dia mati... Tragis.

Tapi di The Conjuring kemarin ngga ada orang yang mati. Kecuali setan lho ya, mereka kan emang udah mati.

Saya kasih tau kenapa kok banyak orang yang menyarankan untuk tidak nonton trailernya.

Karena di trailernya momen bangsat-nya udah ditunjukin. Momen-momen setan yang tiba-tiba muncul dengan KURANG AJAR-nya sudah banyak ditampilkan jadinya pas nonton nanti malah berasa kurang greget karena kita udah tau. 

Jadi kalau mungkin situ udah nonton trailernya, mending ngga usah liat filmnya. Rugi!

Mungkin... sekian dulu. Maap kalau review-nya kurang bisa membantu tapi semoga saja menghibur :)

7 komentar:

  1. momen horror kita di conjuring sama. Those stupid claps !! :DDD

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yap, itu momen paling nganggetin. Simple sih, tapi bener-bener ngena hhehehe

      Hapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  3. belum nonton sih, cuma kata temen yang emang doyan horor, filmnya hollywood banget, katanya seharusnya kutukan itu nggak boleh selesai

    I dunno sih, nggak begitu suka horor, tapi ntar dicoba nonton dulu deh

    BalasHapus
    Balasan
    1. tonton aja gih. Untung review-an ini ngga seberapa berguna. Pokoknya situ jangan liat trailernya. Ntar sensasi serunya ilang. Hhehe

      Hapus
  4. Gue belom liat trailernya, filmnya, apa-apanya._.
    Oke gue ngefans sama Joey King, baru tau malah kalo ada do'i di The Conjuring. Pingin nonton gegara ada do'i :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Segera nonton gih. Si Joey King nya bagus mainnya. Hehe baru kali ini juga bisa suka sama salah satu pemeran di film. Ya si Joey King itu.. :)

      Hapus

 
;