Mungkin Saja Menarik :)

Hello!


Rabu, 02 Juli 2014

Bagimu Capresmu; Bagiku Capresku

Tujuh hari lagi kita semua, bangsa Indonesia akan melaksanakan pemilihan umum presiden. Siapa yang terpilih pada 9 Juli nanti, dia beserta pasangannya akan menempati Istana Negara dan segera menggantikan foto yang biasa terpajang di depan kelas yang mengapit burung garuda dengan Bhineka Tunggal Ika di kakinya. Saya harap bagi yang terpilih nanti, wapresnya kalau bisa yang memiliki wujud ya… jangan sekadar nama seperti wapres yang menjabat sekarang. He’s so mysterious. :)




Pemilu presiden 2014 nanti adalah kali pertama saya menggunakan hak pilih saya. Dan pada pemilu ini pula saya yang berusia 18 tahun menjadi sedikit mengerti tentang dunia politik. Ya sudah tentu ini pertama kalinya saya menjadi peduli dan kurang lebih mengikuti, lha wong pemilu sebelumnya tahun 2009 saya masih 13 tahun. Tau apa memangnya bocah yang puber saja belum? Waktu itu saya masih SMP kelas 1, itu berarti… wah! saya baru saja meninggalkan SD. Pasti saya masih suka bermain-main. Dan hei! Peduli amat soal politik. Jangankan politik, polwan saja saya baru tau kalau itu adalah singkatan Polisi Wanita.

Saya rasa, pada saat remaja begini sudah saatnya kita kurang lebih tau soal politik. Tidak buta. Walaupun mungkin masalah tentang cinta jauh lebih menarik. Dan ketimbang melihat debat capres/cawapres toh Ganteng-Ganteng Serigala lebih bisa dijadikan sebagai ajang cuci mata bagi kaum hawa. Yak ada Aliando. Anu…  saya tau begini karena adik saya yang tiga-tiganya perempuan selalu menonton sinetron itu. Jangan salah sangka gitu ah, gak baik.

***

Prabowo-Hatta atau Jokowi-JK. Satu atau dua

Ada yang bilang kalau pemilu presiden kali ini adalah  hal yang mudah karena hanya ada dua pilihan. Ah mungkin saya salah, ada tiga pilihan kalau golput—memilih untuk tidak memilih—juga termasuk.

Dan apakah di sini saya akan menuliskan dukungan kepada capres/cawapres tertentu? Tenang, sebisa mungkin saya tidak akan melakukannya. Avatar twitter saya juga masih utuh, tidak separuh burung garuda merah dengan tulisan PILIH SATU KARENA SAYA CINTA INDONESIA ataupun  I STAND ON THE RIGHT SIDE dengan angka 2 di atasnya dan ber-background merah. Juga tidak ada isyarat menggunakan jari. Sekarang sepertinya orang-orang jadi lebih sensitif soal masalah jari. Pose dengan 2 jari—isyarat peace—langsung ada yang tanya “eh kamu pendukung Jokowi ya? Sama dong kaya aku”.  Berhubung keadaan yang sudah semakin absurd ini, saya juga menghindari mengupil dengan jari telunjuk. Saya takut kalau tiba-tiba ada pendukung Prabowo akan menanyakan hal yang sama.

Timeline twitter saya semenjak beberapa bulan lalu, tiap harinya selalu ada saja yang membicarakan politik dan capres/cawapres dukungannya. Saya tidak mempermasalahkan hal itu, toh Indonesia termasuk ke dalam negara yang paling sering berkicau di twitter. Selalu ada saja pembahasan tiap harinya. Teman-teman yang saya kenal dan saya follow hanya beberapa yang ikut beropini di microblog dengan lambang burung biru itu. Itu pun hanya yang laki-laki, dan teman perempuan saya sepertinya lebih suka me-retweet dwitasaridwita atau yang sejenis itu. Sepertinya benar, masalah cinta memang memiliki daya tarik tersendiri. Selebihnya info tentang copras-capres—istilah yang belakangan ini ngetrend—saya dapat dari following saya yang beragam. Penulis, selebtwit, stand-up comedian, aktivis, tokoh agama sampai akun atheis, dan masih banyak lagi.

Walaupun saya tidak masalah dengan copras-capres dan sebagainya, tapi ada hal yang bikin saya enek: black campaign dan fanatisme dari pendukung tiap kubu. Contoh sederhana adalah hadirnya akun bot yang asal mention dan menyebarluaskan gambar serta informasi yang belum tentu benar. Saya pernah dapat satu dengan tulisan kalau tidak salah “MENJILAT LUDAH SENDIRI” di situ ada gambar Pak Anies, dan Pak JK. Mungkin ada yang kena juga?

Biar adil, sebenarnya saya juga ingin mendapatkan black campaign tentang Pak Prabowo. Kok ya di timeline itu yang kena selalu Pak Jokowi, ya Kristen lah, keturunan Cina lah, Yahudi, Illuminati, Komunis, Capres boneka, wes pokoknya macem-macem. Oh iya, tentang capres boneka, seharusnya isu itu diangkat kalau Barney, Susan, atau Pinokio yang mencalonkan diri menjadi presiden.

Sempat baca di salah satu portal berita, Tempo, tentang kerusuhan dan perusakan oleh massa  yang berseberangan pilihan capresnya. Menurut saya hal ini tidak perlu terjadi. Kok jadi saling serang dan saling lawan begini?

Saya yakin, pada masing-masing pasangan capres-cawapres pasti memiliki misi—tersirat maupun tersurat—untuk mempererat persatuan bangsa, adanya toleransi satu sama lain dan merangkul perbedaan. Namun entah kenapa justru para pendukungnya malah menciderai keinginan itu dan melakukan hal yang sebaliknya.

Memang, kenyataan di lingkungan yang saya lihat tidak seekstrem itu. Saya hanya melihat secuil dari Indonesia melalui timeline twitter.

Alhamdulillah teman-teman saya juga tidak sampai sebegitunya. Ada yang pendukung Jokowi, ada juga yang mendukung Prabowo. Dan saya sendiri mendukung adanya perbedaan di antara kedua teman saya. #tsaah

Sedari kecil, kita memang terlahir berbeda, bahkan yang lahir kembar pun memiliki perbedaan. Kalau memang secara fisik sama, mungkin secara susunan kode genetika yang tak sama.

***

Saya pribadi belum menentukan pilihan, masih gamang. Mungkin sudah, tapi saya kurang yakin. Tapi sama seperti kata Pandji, saya bakal yakin kalau Anies Baswedan yang maju :)

Yap, pilihannya cuman 2. Kalau gak Prabowo ya Jokowi. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Tidak ada manusia yang sempurna. Namun kesempurnaan bisa dicapai saat kita menyadari kalau kita memiliki ketidaksempurnaan.

Memang adanya begitu, dan kini kita harus memilih yang paling baik di antara yang tidak sempurna. Begitulah kurang lebih yang saya dengar dari seseorang di YouTube.

Dan kalau bicara masalah politik lantas ada yang berteriak “Halah! Politik itu kotor!”. Bisa jadi benar, karena selama ini yang dijaga kebersihannya hanyalah lingkungan, seperti yang biasa kita temui berupa himbauan “Jagalah Kebersihan Lingkungan!” dan sampai saat ini belum ada yang membuat “Jagalah Kebersihan Politik!”.

Okay, semisal saya menyetujui pendapat bahwa politik itu kotor, dan itu berarti orang yang bermain di dalamnya—termasuk dua capres/cawapres—tidak ada yang bersih, sedangkan kita harus tetap memilih. So, gampangannya adalah: pilihlah orang yang tidak kotor-kotor amat.

Dari mana kita bisa tau? Yah gampang, smartphone jangan hanya digunakan untuk bermedia social atau download bokep. Sudah ada website-website yang bisa membantu para pemilih pemula—termasuk saya—untuk mengetahui rekam jejak masing-masing capres/cawapres. Ada AyoVote, ada juga yang baru kemarin muncul FakDaCapres, dan yang paling mutakhir adalah Google.

Saran saya, kalau memang belum menentukan pilihan dan sedang mencari, lakukan hal itu secara kafah atau menyeluruh. Cari tau sisi positif dan negatifnya, kelebihan dan kekurangannya. Jadikan informasi yang sudah didapat sebagai pertimbangan.

Ngomong-ngomong, ternyata selain pemilu presiden ini di satu sisi menimbulkan kekacauan dan kerusuhan. Juga ada sisi positifnya, banyak dukungan-dukungan yang diutarakan dengan kreatif yang belum pernah saya lihat sebelumnya. Ada yang menciptakan lagu, ada yang mebuat video, dan lain-lain. Kata “dan lain-lain” barusan adalah suatu bentuk pikiran yang mentok dan kehabisan contoh. Yang paling berkesan bagi saya ya musik + video yang digarap Glenn Fredly, JFlow, dan... walah saya gak hafal, pokoknya itulah. Judulnya Revolusi Mental. Iya, mereka pendukung Jokowi. Musiknya bagus dan videonya juga keren. Kalau Prabowo, ada juga sih, saya taunya lagu yang We Will Rock You yang dinyanyikan oleh Ahmad Dhani. Dan kalau tidak salah, sekarang sudah ditarik. Entahlah.

Kita semua pasti menginginkan Indonesia yang lebih baik. Ingin menjadikan Indonesia lebih terpandang di mata dunia. Ayah saya saja sampai heran, “ini kenapa toh kok Indonesia gak bisa jadi negara yang hebat”. Jelas saya akan memilih orang yang bisa dan mampu untuk membuat Indonesia jadi lebih keren. Bukan sekadar terkenal di dunia karena masalah korupsi.

Saya jelas mendukung orang yang akan memajukan industri kreatif di Indonesia. Saya juga mendukung orang yang akan menegakkan hukum dengan tegas. Bukan layaknya pisau yang tajam ke bawah dan tumpul ke atas; bukan yang perkara mencuri sandal jepit lantas dihukum 5 tahun, dan skandal Century dibiarkan menahun. Saya memodifikasi kata-kata dari Mbah Sujiwo Tejo di bukunya Republik #Jancukers. (saya ngomong begitu padahal masalah tentang Century saya tidak tau betul)

Kalau sampai di sini, lalu ada yang berpikiran “wah kayanya Danny dukung capres yang itu tuh”. Eh, wait, bukankah seharusnya pemimpin yang baik itu ya kurang lebih punya dua hal di atas. Dan jika iya ada persepsi demikian bahwa capres A memiliki dua kriteria di atas berarti capres B tidak punya dong. Hayoloooo...

Yak, tiap orang sama derajatnya dihadapan Tuhan, tiap orang juga sama jumlah suaranya di pemilu. Tiap orang nilai suaranya satu. Jadi ya gunakan hak pilih teman-teman sekalian dengan bijak.

Sampai akhir tulisan ini sebenarnya saya tetap berusaha untuk netral. Tentang prasangka yang mungkin turut hadir saat membaca tulisan ini, jangan gitu ah, gak baik. Urusan musik yang tadi, apa salahnya menyukai sebuah karya. 

***

Btw, ini adalah tulisan pertama saya tentang ya beginian. Kalau dibilang ini tulisan politik, saya juga tidak tau politik-politiknya di mana. Saya hanya berusaha untuk membagikan apa yang saya pikirkan. Bisa jadi mungkin ada salah di sana-sini. Karena namanya juga belajar.

Kalau memang ada yang perlu di diskusikan silahkan komentar saja. Hehehe

Bagimu Capresmu, Bagiku Capresku. (dan bagi yang golput, pastikan juga sudah tau segala resikonya.)

Ah sudahlah, berbeda itu kan hal yang sudah biasa. Dan biasakan pula untuk menghargai perbedaan. Jangan sampai, hanya perkara beda pilihan begini lantas persahabatan merenggang, yang pacaran putus, dan seorang anak jadi dikeluarkan dari keluarga. Jangan.

Peace.








2 komentar:

  1. kalo saya memilih untuk tidak memilih hahaha.
    mampir ke blog saya yaa, kalo berkenan difollback jg :)
    desrezaarief.blogspot.com

    BalasHapus

 
;