Lagi, lagi dan lagi. Sudah seringkali ingin segera ku menulis disini. Menumpahkan segala apa yang ada di pikiran ini. Tapi apa daya. Ketika rasa malas sudah datang melanda, rasanya cukup susah untuk mengalahkan. Sepertinya ketika aku mulai menulis disini berarti malas itu sudah mati. Entahlah sebenarnya apa sebenarnya malas itu, sudah berulang kali ku bunuh tapi dia hidup lagi. Jadi semisal kucing bernyawa sembilan maka malas bernyawa tak hingga.
Sedikit pembahasan tentang rasa malas tadi. Balik ke topik tentang apa yang akan aku tulis malam ini. Ya memang begitu, malas memang penghalang terbesar kesuksesan, dan ingatlah... UDAH STOP! FOKUS!
Achmad Fahmi Ghifari
...Sekilas dari namanya tiadalah sesuatu yang berbeda dari namanya. Malah kita sering lihat di body angkot yang biasa melintas, Al-Ghifari. Namun siapa sangka ternyata dia memiliki sebuah kelebihan yang sampai sekarang dia tidak ketahui...
Ya namanya adalah seperti apa yang bisa dibaca diatas. Dia akrab dipanggil Fahmi. Karena rasanya terlalu jadul untuk dipanggil dengan nama depannya. Achmad.
Sepertinya dalam tubuh anak ini mengalir darah keturunan Chinese. Entah dari Bruce Lee atau Wong Fei Hung, bahkan Naruto. Tapi Naruto itu Jepang. Sebenarnya dia pernah cerita kalau gak sala, kakeknya memang Chinese.
Penampilannya memang menarik, tapi entahlah apakah ada yang tertarik padanya. Dia putih, memiliki pribadi yang menyenangkan dan mungkin dia cukup cakep *Subhanallah. Mungkin setelah ini aku harus kumur 7 kali dan salah satunya harus kumur dengan debu*
Begitulah dia, dengan penampilan yang jelas berbeda jauh dengan penampilanku. Sering sekali aku merasa tak enak saat berjalan dengan dia. Dia lebih cakep, dan akhirnya... aku lah yang terlihat jelek. What the fact! Tak apalah cakep dan jelek itu relatif, dan relakan saja.
Dulu ketika kelas 10. Saat baru masuk aku belum seberapa mengenal dia, pribadinya masih sangat sulit dikenali. Dia begitu emosional, sedikit permasalahan mampu membuatnya dia meledak. Aku mulai curiga jangan-jangan dia salah satu jaringan teroris. Dia memang emosional, bisa dibilang belum stabil mudah marah, mudah kesal, dan mudah-mudahan saja dia berubah.Dan ternyata tak lama setelah itu dia berubah, menjadi pribadi yang menyenangkan. Entah sepertinya kita mulai ada kecocokan, aku pun mulai... *sebagian teks hilang*
Aku mulai kenal baik dengannya sekitar pertengahan kelas 10. Dan aku rasa dia pula lah yang pola pikirnya tiada berbeda jauh dengan ku. Aku pun semakin yakin bahwa aku mulai jatuh... *sebagian teks hilang dan tak tau arah jalan pulang*
Diatas aku menuliskan bahwa dia memiliki kelebihan yang sampai sekarang dia tak tau apa itu. Namun bagi kami teman-temannya. Dia adalah seseorang yang memiliki kelebihan harta. Dia kaya, tunggu, maksud ku orang tuanya kaya!
Satu saran saja, jangan pernah berekspektasi terhadap rumah yang dimiliki teman kalian yang kebetulan dia kaya. Itulah yang kualami dulu. Ketika mengantar dia pulang, di jalan yang lurus suatu blok. Terlihat sebuah rumah besar bewarna abu-abu. Tingkat, megah, indah, cetar, membahana badai, tsunami, gempa, ulala. Bayangkan, sebuah fantasi yang sudah melambung tinggi dan ternyata terdengar suara darinya.
"Dan, habis rumah itu belok kiri ya. Rumahku sebelahnya"
Kenyataan yang sangat pahit. Sama seperti kita akan dijodohkan. Kita sudah berada didepan perempuan berparas cantik luar biasa. Dan ternyata yang akan menikahi kita adalah... bapaknya.
Lupakan soal rumah. Cukup sakit hati ini. Dasar PHP!!! Pemberi Hunian Palsu!
Sudahlah. Cerita yang lain. Suatu ketika, saat hendak berkunjung kerumahnya bersama para kawan (bisa dibaca : tukang palak). Sungguh tak ada perasaan apa-apa. Tidak ada tanda-tanda bahwa akan terjadi hal yang mengejutkan. Dan.... ketika sampai di rumahnya. Ternyata ibunya ulang tahun, dan arti dari semua itu adalah... makan-makan. Seketika itu pula sukses uang 300rb berhasil dihabiskan.
Fahmi, dia adalah salah satu orang yang menurutku kaya dan baik hati. Hehehe ya dia memang pribadi yang berduit. Terakhir dia bilang "dan aku bokek, uangku tinggal 100rb" bokeknya dia adalah 100rb. Berbeda dengan ku "ehm maaf ya aku bokek, uangku tinggal... tinggal kenangan" dan bokekku adalah tak punya sama sekali. Hmmm.
Terakhir, kalau kalian liat twitternya. Umumnya kalau orang biasa bertuliskan "Mention for Followback" kalian tak akan temukan itu. Yang ada "Need Money? Mention me" Hmm sepertinya lebih mirip seperti iklan tempel yang ada pohon ataupun di angkot "Butuh Uang Cepat!?" Hehe
Postingan ini ku akui memang sedikit aneh. Mungkin kurang greget. I'll try to make it better again.
Follow me : @dannyrizky_
Ini Fahmi : @FahmiGhifari
Dia yang paling merah! Udah gitu aja
Mungkin Saja Menarik :)
-
Sorry gak sempat buat nulis nih post panjang-panjang, lagi sibuk garap Detik-Detik Ujian Nasional. Oiya, bagi teman-teman saya yang baca p...
Hello!
Kamis, 27 Desember 2012
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar