Mungkin Saja Menarik :)

Hello!


Sabtu, 13 April 2013

Prof Kiki

Nggak afdhol rasanya kalau memulai sesuatu tanpa mengucap bismillah terlebih dahulu...

"Bismillahirahmanirahim..."

Eh, tapi post-post ku sebelumnya jarang ngucap bismillah, mungkin bukan jarang lagi, bisa dibilang nggak pernah sih. Haduh piye iki. Yaudahlahlah saya istighfar dulu...

"Astaghfirllah..."

Kali ini masih soal tentang people inside. Karena seperti yang sudah sering aku bilang, aku punya hutang. Teman kelas ku yang belum aku tulis merupakan hutang. Hehehe, tapi nggakpapa lah, menyenangkan kok walaupun melelahkan juga.  Fiuh *ngelap keringet*

Yaudah langsung aja...

Teman yang akan aku deskripsikan disini adalah temanku, yaiyalah. Dia adalah seorang perempuan yang bisa dibilang cukup pintar, mungkin sangat pintar. Kacamata yang biasa ia pakai benar-benar lambang negara intelektualitas. Dan dia adalah...

Kiki... <<< sengaja aku pakai warna kuning, karena kuning adalah warna yang melambangkan kecerdasan. Eh bener nggak sih? Perasaan sih iya. Walaupun selain kecerdasan yang ngambang di kali itu juga kuning kan? Weits! Sudahlah!!!


Cewek yang satu ini adalah orang yang sangat tak terduga, awalnya aku kira dia hanya seorang cewek biasa. Dalam keseharian dia memang biasa saja. Tapi saat dia berhadapan dengan untaian rumus, dan angka, dia lah ahlinya, she is the master. Wait, bukan acara The Master yang ada di RCTI itu. --"

Nama lengkapnya Kiki Putri Sisviana, teman-teman biasanya memanggilnya Kiki, berbeda dengan ku yang belakangan ini memanggilnya dengan Kikiputsis. Sengaja ingin aku panggil semua elemen namanya. Hehe

Dia adalah seseorang yang menyabet ranking satu pada semester lalu. Dan dengan sangat terpaksa aku jadi yang ranking dua. Itu sebenernya karena aku ngalah, aku sengaja nggak belajar *ngeles*

Bicara sedikit soal ranking, bagi yang mungkin ranking-nya udah selalu 3 besar atau diurutan atas, jangan sombong, tetep berbagi ilmu, tetep down to earth and don't up to sky. Perlu diketahui juga, mungkin semua sudah tau. Ranking bukan tolak ukur sebuah kepintaran seseorang, bisa saja faktor hoki. Dan bagi yang ranking-nya masih diurutan bawah-bawah, jangan minder. Sebenarnya kalian semua itu pintar, cuman.. temen kalian banyak yang lebih pinter. *seketika dihajar seluruh pelajar Indonesia* Peace.

Seperti deskripsi singkat diatas, dia adalah seorang cewek berkacamata. Dan kacamata yang ia pakai benar-benar sebuah lambang intelektualitas. Dia benar-benar pintar. Kalau biasanya ada guru yang masuk kelas terus nerangin anak-anak. Si Kikiputsis ini beda, dia yang masuk ruang guru terus nerangin ke guru-guru. CERDAS!

Di kelas IPA atau jurusan IPA, ada 4 pelajaran yang wajib dikuasai (sebenernya nggak wajib sih, nggak mau belajar tentang itu juga nggakpapa, hehe) Matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi. Hmm bagaimana kalau kita ganti aja, yang 4 tadi bukan pelajaran, tapi elemen biar kaya difilm avatar. Lah kalau ibarat difilm avatar si Kikiputsis ini sudah berhasil semua menguasai ke-empat elemen. Luar biasa.

Basa-basi bentar...

Timbul sebuah pertanyaan yang sangat mendasar. Kenapa terkadang perempuan cenderung lebih pintar ketimbang laki-laki. Padahal ada sebuah riset yang membuktikan kalau ukuran otak laki-laki justru lebih besar. Tapi kenapa!? Kenapa!? Ternyata benar apa kata iklan-iklan "nggak beres" di web, ukuran nggak menjamin kepuasan. Nah lho iki opo tho yo. #SalahFokus

Banyak yang bilang kalau semisal laki-laki mengoptimalkan otaknya, kepintaran bisa melebihi perempuan, bahkan jauh melampaui. Tapi kehidupan ini adil. Ada kelebihan pasti ada juga kekurangan. Ada yang positif, ada yang pacarnya panik #SalahFokusLagi. Laki-laki diberi potensi kepintaran yang lebih dan sekaligus diberi dengan rasa malas yang bisa dibilang luar biasa. Sedangkan perempuan mayoritas rajin, mereka semua rajin dalam hal apapun, tapi juga ada sih yang males. Dan itulah mungkin kenapa perempuan lebih pintar.

Sebenernya laki-laki yang pintar itu banyak, tapi yang bodoh juga nggak sedikit. Eh, aku lupa, yang namanya "bodoh" itu nggak ada. Cuman potensinya aja yang terkubur terlalu dalam, saking dalamnya mungkin sampai kebakar di inti bumi. Kasian. :)

Udah ah, ngapain aku jadi bahas begituan. Aku belum biasa nulis artikel kaya begituan, jadi maklum agak terkesan "loncat-loncat" dan berantakan. Tapi sepertinya menyenangkan, lain kali nyoba ah. Hehe

Balik lagi bahas soal si Kikiputsis ini. Sama seperti teman-teman di kelas. Dulu waktu aku kelas 10 aku juga nggak pernah liat wujudnya, namanya pun aku nggak pernah denger. Kok berasa pernah nulis kaya begini ya? Lah tetangga kelas yang deket aja aku nggak tau apalagi dia yang kelasnya nan jauh di mato.

Dia juga masih satu spesies dengan Andie dan Aldea. Mereka masih tergabung dalam spesies Sepuluh-Duabelas, yang kalau disingkat Sepudub, yaelah jelek amat. Sebenarnya bukan itu singkatannya, aku nggak tau. Denger-denger sih sering dipanggil dengan sebutan Kapas. Ntahlah.

Anak ini, si Kikiputsis memiliki perawakan yang sedikit berisi tapi proporsional. Bisa dibilang pas lah. Gendut nggak, kurus juga nggak. Maaf ya menyebutmu gendut, aku tau kok perempuan nggak ada yang suka disebut gendut. Jadi mungkin anda yang bersangkutan di post ini bisa hiraukan paragraf ini. Tapi kayanya udah kebaca semua ya? Hehehe Kasian.

Dia salah satu anggota KIR, iya tukang parKIR. Maaf kebanyakan bercanda. *sungkem*

Dia salah satu anggota KIR, Karya Ilmiah Remaja. Udah pada tau yang kaya beginian kan? Aku nggak tau dia pernah menang lomba KIR atau nggak yang jelas dia sangat aktif untuk hal yang kaya beginian. Kalau ada lomba dia ikut, kalau nggak ada lomba dia yang ngadain lomba. Halah apasih. Kalau nggak salah dia pernah ikut suatu event yang akhirnya menerbangkan dia ke Bontang, ih sangar kan! Padahal aku nggak tau Bontang itu dimana. Hehe

Bagaimana dia dalam keseharian di kelas? Dia di kelas menjadi tujuan utama bagi semua yang ingin bertanya tapi sungkan tanya ke guru. Jadi begitu ada sesuatu yang susah, seketika itu pula mejanya rame. Penuh sesak dengan anak-anak yang kebingungan mencari arah jalan pulang.

"Kiki yang nomor dua ini gimana caranya?"

"Kiki kok ini nggak ada jawabannya?"

"Kiki pake rumus apa yang ini?"

"Kiki jawabanmu berapa kalau jawaban ku kaya gini"

"Kiki kebakaran kiki! Kebakaran!!!"

Cewek yang satu ini juga suka banget yang sama yang namanya baca-baca buku. Ntah itu baca buku pelajaran, baca novel, baca koran, sampai struk kembalian dari Indomaret juga dia baca.

Hampir setiap guru mata pelajaran mengenalinya. Ya itulah salah satu keuntungan menjadi anak pintar. Eh bentar? Emang apa enaknya dikenal guru? Perasaan ya gitu-gitu aja deh.

Sepertinya sama seperti apa yang sering dialami anak SMA kebanyakan. Bingung mau ambil jurusan apa ketika lulus SMA dan kuliah nanti. Si Pintar yang satu ini juga sepertinya demikian. :))

Sudah dulu dan terimakasih

Aku ambil dari ava twitternya, habisnya aku nggak punya fotonya. Hehehe
if you want to ask something about your lesson, mention him hahaha. @kikiput



2 komentar:

 
;