Mungkin Saja Menarik :)

Hello!


Rabu, 07 November 2012

dari Ujung ke Ujung, part 1

Aku rasa judul itu sudah sangatlah tepat untuk menjadi judul postingan ku kali ini...

Ini sebuah postingan tentang sebuah persahabatan dua anak manusia. Iya Insya Allah kami berdua masih anak manusia. Yang baru saja terjalin di SMA. Memang agak aneh jika seorang laki-laki menuliskan tentang laki-laki lainnya. Tapi kenapa giliran perempuan memuji dan menuliskan perempuan lainnya dianggap wajar dan biasa saja. Sudahlah memang begitu adanya.

Ini post pertama yang menceritakan tentang people inside. Tentang orang-orang yang ada dalam perjalanan hidup yang baru saja akan dimulai. Dan untuk orang-orang yang terspesial. Seperti Ayah dan Bunda. Sesegera mungkin juga ada tulisan tentang kalian berdua. Ini mumpung ada inspirasi. Hehe :)

Oke kita mulai, namanya...

Aldino Isa Ias Sadewa
...Luar biasa. Sebuah nama yang akhirnya ada gara-gara suatu ketidakbisaan dalam menulis namanya sendiri di TK. Sekarang panggil dia Anno...

Mungkin banyak yang bertanya-tanya apa yang menyebabkan aku menuliskan tentang seorang laki-laki. Tapi ya sudahlah.

Aku menuliskan hal ini. Karena aku rasa telah ada sesuatu yang hilang. Ada sesuatu yang aneh. Ada sesuatu yang berbeda.

Anno. Dia sesosok mahluk yang pernah menjadi teman sebangku dikala aku kelas 10 dulu.

Seperti apa dia? Ya dia layaknya remaja pada umumnya. Matanya dua, telinganya dua, mulutnya satu. Hmm mungkin itu deskripsi yang terlalu standar.

Awalnya saat pertama masuk ke kelas 10 tiga dulu. Ya dia sesosok yang paling rame. Sesosok yang paling aktif. Sesosok yang paling mudah bergaul. Dia juga ketua kelas kami. Warga 10 tiga.

Dulu kami begitu dekat. Sangat dekat. Sampai-sampai aku tak mampu membedakan mana diriku dan mana dirinya. Baiklah kusadari tulisan ku yang ini berlebihan...

Mungkin karena kami dulu duduknya sebangku. Dimana susah sedih ya bersama satu bangku itu. Mulai dulu yang aku kurang seberapa dekat sekarang sudah sangat dekat. Saling main kerumah satu sama lain. Tapi syukur alhamdulillah ibunya tak pernah ada niatan untuk menjodohkan ku dengan dia. 

Kalau ditanya seberapa dekat. Kami berdua sangat dekat. Kami memiliki banyak kesamaan. Ya kita memiliki ambisi dan obsesi yang sama-sama besar dalam bidang masing-masing.

Dia ingin menjadi seorang bassist terkenal. Bassist yang handal. Dan juga memiliki band yang tak kalah terkenal. Sampai-sampai dia bilang. "Dan, kalau kamu nikah nanti undang band ku buat ngisi acara ya..." Sebenarnya masih banyak lagi mimpinya yang lain...

Dulu juga sangat banyak kejadian yang aneh dan bodoh. Mari di- flasback!

Kejadian 1

Pernah kala itu ada sebuah tugas ekonomi yang harus segera diselesaikan. Tugasnya sudah deadline. Harus bener-bener selesai dan harus clear hari itu juga.

Yang kerja waktu itu ada 4 orang. Aku, Anno, Dedi, dan Citra. Empat orang yang sangat luar biasa. Dan sudah pasti mereka semua kutuliskan disini. Tapi di lain post...

Hal bodoh pertama dimulai. Aku datang kerumahnya sekitar jam 8. Keadaan belum sarapan. Dia memutuskan untuk jalan-jalan sebentar keluar. Dan ternyata dia membeli... Maicih. Iya Maicih level 10. Entah apa yang kami pikirkan kala itu. Keadaan belum makan dan lambung ini langsung diberi makanan JAHANAM!!! Aku yakin jangan-jangan Maicih itu sebuah produk yang didesain untuk menghadapi pedihnya azab dineraka kelak. Lah pedesnya Naudzubillah...

Kejadian 2

Keadaan makin siang makin lemas. Kita juga belum makan. Dan kita semua laki-laki berempat bisa apa urusan masak-memasak kecuali si Citra. Dia chef yang handal. Tapi waktu itu dia gak mau menunjukan kejantanannya kemampuannya.

Akhirnya aku jalan ke dapur. Melihat sebuah kotak biru. Panjang. Wah ternyata spageti. Ini semua seperti keajaiban. Tapi masih kurang ajaib. Kenapa aku gak nemu spageti yang udah jadi aja?

Aku seorang yang kurang bergaul dengan alat dapur. Tiba-tiba memutuskan untuk memasak spageti. Dan tak ada orang yang melarangku. Bagus!

Kebodohan pun terjadi. Harusnya selama spageti itu direbus. Pastikan tetap diaduk. Dan yang kulakukan adalah... meninggalkannya main UNO.

Alhasil. Air rebusan spageti itu sampai menguap seutuhnya. Spageti lengket di panci. Segera aku antisipasi dengan memindahkan ke piring. Dan kebodohan kala itu benar-benar mengutuk ku. Spagetinya jatuh ke wastafel... Subhanallah... Padahal niat hati ini sudah baik. Tapi apa daya Tuhan berkata lain. Ternyata Tuhan baik. Dengan spageti yang jatuh ke wastafel. Setidaknya sensasi rasa spagetinya sedikit berubah. Rasa Sunlight.

Untung seorang malaikat (baca : ibunya Anno) segera meredakan suasana. Spageti pun jadi. Dan kami terselamatkan dari kelaparan...



Itu fotonya dengan background rumahku. :)

Silahkan lanjut ke part 2 ya... :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
;