Mungkin Saja Menarik :)

Hello!


Selasa, 19 Maret 2013

Moonlit Seller, Devinta

Okay mari kembali menulis dengan tetap mengangkat teman-teman satu kelas. Kali ini aku jadi normal lagi aku menulis tentang perempuan lagi.

*lihat jam* Oh ternyata masih jam segini. Sekolah masih lama kok. Masih nanti jam 11. Nulis dulu wae lah. Ulangan hari ini PKn sama Bahasa Indonesia. Ih udah dua hari ini aku malamnya gak belajar. Astaghfirllah...

Langsung saja, tulisan kali ini tentang seseorang yang paling sering menjadi korban cacian, hinaan, dan bully-an. Orang yang bisa dibilang cukup banyak yang menyukainya di luar lingkungan kelas, tapi begitu berada dikelas berasa dia yang paling rendah. Seperti produk yang laku keras di luar negeri tapi menjadi gak ada apa-apa di negeri sendiri. Namanya sih kalau nggak salah...

Devinta... <<< karena sekarang jadi moonlit seller. Iya terangbulan, jadinya namanya gitu aja deh. Anggap aja yang warna coklat itu messes yang kuning itu keju. Sudah cukup jelas?


Devinta Palupi Indah Sari Roti, Roti Sari Roti. Begitulah nama lengkapnya. Dia perempuan biasa. Sama seperti banyak perempuan, namun nasibnya saja yang berbeda. Kalau kebanyakan perempuan itu dipuji, dipuja, disembah. Kalau dia nggak, nggak sama sekali. Yang dia dapatkan hanya hinaan, hinaan, hinaan, hinaan, kalian bisa lanjutkan ini terus sampai beberapa tahun cahaya. Terserah.

Setiap apa yang dia katakan seakan hanya akan menjadi senjata bagi teman-temannya. Dulu waktu dia masih jomblo dan belum bisa move-on. Bully-an selalu datang dari segala arah dan dari segala bentuk. Dari bentuk berupa mention di twitter, atau ocehan teman-teman yang mulutnya udah kaya pensil ujian. Tajem! Tapi sekarang ketika dia sudah punya pacar dan (insya Allah) bahagia, nasibnya tetep nggak beda jauh cuman udah agak berkurang aja.

Seperti apa dia, dia perempuan sama seperti perempuan yang lain. Kalian berharap yang seperti apa? Dia mantan calon model, kasian sekali nasibnya. Dia mengenakan kacamata, kadang menggunakan semacam sweater berwarna krem keputihan. Wait, sepertinya keputihan kurang enak disebutkan untuk mendeskripsikan suatu warna. Dia pribadi yang baik, dan sabar. Setiap ada hinaan dan bully-an yang datang kepadanya, dia selalu tersenyum dan tertawa. Karena memang tak ada lagi yang bisa ia lakukan. Sebenarnya tertawa dan tersenyum mungkin sebuah bentuk kepasrahan.

For Your Information, Devinta memiliki postur tubuh bak model iklan sabun, iya dia jadi sabunnya.

Si-perempuan-yang-kalau-ngomong-hidungnya-suka-kembang-kempis ini sedikit berbeda dari yang lain. Kalau ada yang bilang, "Manusia tempat salah, lupa, dan dosa" Kalau dia beda, "Devinta tempatnya salah, lupa, dosa, dan hinaan". Kehadirannya memang selalu membawa angin segar bagi sekelilingnya, bukan karena apa-apa tapi karena dia objek paling mudah untuk dikata-katain. 

Seperti namanya diatas, dia sekarang sudah mencoba untuk belajar berjualan. Dia berjualan terang bulan mungkin sadar diri kalau dirinya gak bisa dijual *dari lubuk hati yang paling dalam, maaf ya Dev bercanda*. 

Dia berjualan terangbulan, dengan box warna hijau (kalau nggak salah) yang ia bawa. Terangbulan mini. Jelas tidak mungkin dia berjualan terangbulan dengan membawa gerobak seperti yang ada dipinggir jalan. Terangbulannya tersedia dari berbagai macam varian rasa, mulai dari terangbulan Januari, terangbulan Februari, Maret, April, Mei dan seterusnya. Nggak kok, terangbulannya memang memiliki banyak varian rasa, dari rasa coklat, keju dan coklat keju. Ternyata cuman 3. --"

Mungkin setelah sukses dengan bisnis terangbulannya ini dia mau memulai bisnis lain dengan berjualan teranghari, terangminggu, terangtahun atau yang lain #apasih #apasih #apasih #apasih

Satu lagi, berhubung dia berada di sekolah Islam. Mungkin dia mau improv terangbulannya menjadi terangbulanbintang. Ntahlah.

Oiya sekarang dia sudah punya pasangan hidup, walaupun bukan suami minimal pacarlah. Minimal kan ada yang meramaikan hape dengan sms atau chat yang lain, biar yang sms bukan cuman operator. Pacarnya namanya Javiar, sama seperti makanan kelas atas yang terbuat dari telur ikan, Caviar. Entah kekhilafan seperti apa yang akhirnya membuat si Javiar ini memilih Devinta. Tak apalah, cinta itu memang buta, tuli, bisu, lumpuh, dan segala jenis kekurangan yang lain.

Nih fotonya, kebetulan dia yang ngambil foto jadi Devintanya dibelakang kamera. Hehe nggak kok, dia yang kiri. Gimana cantik kan? <<< sebuah pertanyaan hina yang dengan terpaksa aku menulisnya

Udah itu dulu, bagi yang mungkin merasa. Skill dalam mengemas tulisan lagi naik turun. Butuh kritik dan saran ya. Hehehe  Block and Report as Spam her on twitter @devintapalupi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
;