Mungkin Saja Menarik :)

Hello!


Minggu, 17 Maret 2013

Viva La Pasatu : The Beginning

Anggap saja ini mulai dari awal lagi. Nama blog ini sudah berubah atas sebuah pertimbangan. Jadi gak ada salahnya aku memulai semuanya seakan mulai dari awal. Sama seperti ketika sebuah hape di flash. Ya di flash, singkat penjelasan flash adalah mengembalikan hape kesetelan pabriknya. Mungkin ada beberapa data yang bisa diselamatkan kalau kita menyediakan back-up. Tapi aku ingin semuanya mulai dari awal aja.

Memulai dari awal memang sepertinya berat, tapi yasudahlah. Toh ya gak akan berat terus suatu saat pasti akan balik biasa lagi. Hehehe

Okay, perkenalkan nama ku Danny, lengkapnya sih Danny Rizky Alfathan. Aku hanya seorang biasa. Pelajar biasa lebih tepatnya. Tapi sepertinya ku sudah terkontaminasi oleh jurusan yang aku ambil ini. IPA, Ilmu Pengetahuan Apasih! Kenapa "Apasih!" ya karena banyak sekali momen-momen "Apasih!" didalamnya. Banyak sekali pelajaran yang seakan-akan aku bingungkan. Kelak semua yang aku pelajari sekarang ini akankah diterapkan semuanya dikehidupan. Yasudahlah, itulah kehidupan sekolah.

Aku bersekolah di SMA 2 Surabaya, cabang Sidoarjo, aliran Muhammdiyah. Okay, bisa dibaca SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo. Sebuah sekolah yang dulunya tak ada sedikit pikiran untuk masuk ke sekolah itu, tapi ternyata Tuhan punya skenario yang lain dalam hidupku. Nikmati aja. Just enjoy the show...

Mungkin dalam postingan kali ini aku sedikit loncat-loncat. Bukan, bukan aku yang loncat-loncat. Aku menulis ini sambil duduk.

X-3, itulah kelasku dulu. Dibaca sepuluh-tiga. Kadang aku melihatnya seperti sebuah emoticon. Apalagi tanpa tanda "-" malah terlihat seperti X3. Mungkin masih ada saudara dengan :3 Okay terus kenapa???

Jujur, di kelas 10 dulu. Aku seperti kecolongan. Aku terlalu lama melihat situasi dan nggak segera beradaptasi. Benar-benar lingkungan baru, kelas tanpa satupun teman SMP ku. Berbeda dengan waktu aku SMP. Dulu masih kutemukan teman SD ku. Tapi, di SMA ini seakan aku ada di dunia baru. Sebenarnya ada 2 teman SMP ku disini, mereka semua terpisah kelas.

Aku pun berjanji dalam hati untuk merubah dan membalik semuanya di kelas 11. Karena itu tak jarang aku ingin segera kelas 11. Bukannya aku tak suka, tapi aku tak ingin menjadi figuran terlalu lama dalam SMA ini. Ya SMA masa yang kata orang masa paling indah. Aku ingin menjadi salah satu peran yang diperhitungkan.

Bagaimana dengan diriku sekarang? Aku sekarang ada dalam kelas yang sama sekali tak terduga, tak dapat dibayangkan sebelumnya. 11-IPA1. Aku masuk dalam urutan nomor satu dalam kelas IPA. Tenang , IPA1 bukan berarti unggulan. Masih murid biasa. Masih ada yang suka remidi kalau ulangan, masih ada yang suka telat ngumpulin tugas, masih ada juga yang kalau haus minum kalau laper makan. #TerusKenapa

Kelas yang berada di lantai dua, tepat sebelah tangga yang menuju keatas. Bersebelahan pula dengan toilet yang sekarang sedang dibongkar. Mungkin toiletnya akan ditingkat. Who knows?

Kelas ku salah satu kelas yang cukup berisik. Bukan karena muridnya yang suka rame sendiri. Bukan juga karena suka menyalakan lagu dangdut pantura di speaker kelas dengan volume maksimal. Kelas kami hanya dilengkapi sebuah pintu besi, pintu besi yang terlalu menekan lantai keramik. Jadi ketika pintu itu dibuka atau ditutup. Akan terdengar suara yang sangat nyaring. "CITTTTT!!!!!" Bukan, itu juga bukan sebuah panggilan ke seseorang yang bernama Citra. Pintu itu sudah sering memakan korban telinga-telinga tak berdosa. Gesekan antara besi dan keramik menimbulkan suara yang khas. *KHAS MATAMU!*

Komposisi kelas ini juga benar-benar absurd. Isinya murid-murid yang aneh nun luar biasa. Aku yakin pasti tiap kelas akan membanggakan kelasnya dengan anggota kelasnya yang memang sangat unik. Semua memang meiliki keunikan tersendiri. Sudahlah. Bicara soal komposisi kelas, kelas ini terdiri dari tepung terigu, gula, garam, dan ragi alami. Barusan itu komposisi dari roti tawar.

Setiap anak memiliki perbedaan. Benar-benar beda. Aku pun yakin kalau teman-teman ku murni hasil hubungan suami-istri dan bukan hasil cloning.

Di kelasku, yang pinter banyak. Yang biasa-biasa aja juga gak dikit. Ada yang seperti Avatar, bisa menguasai 4 elemen. Fisika, Kimia, Biologi, Matematika. Juga ada yang seperti air, hmm berasa iklan Sunco Minyak Goreng. Oke serius, tapi lebih dominasi banyak yang seperti ayah atau ibunya. Banyak yang mirip euy.

Kelas ku salah satu kelas yang over-capacity. Kalau yang lain 36, kelas ku gak beda jauh. Tinggal balik aja angka 6-nya jadi 9. Tepat! kelasku ada 39 orang! Wuih banyak bukan? Untung saja ruang kelas kami masih cukup menampung, kalau semisal nggak cukup kami mau kemana. Pengungsian korban Lumpur Lapindo juga sudah nggak ada.

Setiap kelas punya singkata kelas masing-masing. Kalau tetangga kelas yang IPS punya SEPEDA, Sebelas IPS Dua. Ada yang SEAL, Sebelas A5. A lambang dari IPA, S lambang dari IPS, dan Garuda lambang negara. Antara singkatan dan nama formal masih punya korelasi dan istilahnya masih nyambung. Kelasku... RCSO, Rujak Cingur Science One. Kenapa "Rujak Cingur"? Simple, karena kami kurang setuju dengan kenaikan harga bawang. Silahkan cari sendiri korelasinya.

Baru-baru ini ada lagi yang mengusulkan singkatan, yang persis dengan nama pembalut. SOFT-Ex. Science One Family Teenager Extreme. Pikiran macam apa yang membuat singkatan seperti itu. Edan! Padahal sebelumnya aku ingin mengusulkan Charm dan Laurier. Tapi tak apa, aku mengalah.


RCSO dan SOFT-Ex. Lalu apa itu VIVA LA PASATU? VIVA LA PASATU adalah sebuah yel-yel. Berupa penyemangat dengan energenesis 5 jam. VIVA LA dan IPA SATU. Artinya Hiduplah IPA1. Yel-yel ini tercipta setelah sebuah hal yang sangat menyenangkan bahkan tak terlupakan. Mungkin lain kali.

Jadi begitulah, dan di blog ini bukan hanya melulu tentang IPA1. Tapi semua keresahan tentang sekolah bahkan apapun yang aku pikirkan. Dan semoga saja, akan ada sebuah buku dengan judul VIVA LA PASATU. Nama buku ku kelak. :')

Pernah kalian bayangkan, semisal Raditya Dika. Dibukunya yang pertama Kambing Jantan, Sebuah Catatan Harian Pelajar Bodoh. Dan seketika itu pula setiap kebodohan menjadi sebuah kelucuan. Semisal buku ku berhasil terbit. Viva La Pasatu, Sebuah Cacatan Harian Pelajar IPA. Bukan kelucuan yang kalian dapat, tapi.. RUMUS!. Ya karena anak IPA nyatetnya ya yang kaya begituan.

Ngomong-ngomong aku besok UTS!!! Udah! Buyar! Belajar!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
;