Mungkin Saja Menarik :)

Hello!


Minggu, 24 Maret 2013

See the Sidoarjo

Siang ini, yang mungkin bisa dibilang sudah hampir sore aku masih belum pulang ke rumahku yang sebenarnya. Ceritanya aku ini masih ada di rumahnya si Alex. Iya kan hari ini aku nginep di rumahnya Alex. Bukan, bukan karena aku udah dipecat jadi anak terus aku nginep di rumah orang. Tapi emang lagi pengen aja nginep di rumah temen. Lagi pula juga jarang-jarang kan. Sekalian ngabisin rejeki orang.

Kali ini aku mencoba untuk sedikit meningkatkan kesulitan dalam menulis yang sebenarnya sudah cukup sulit. Tapi aku yakin nggak ada yang sulit kok di dunia ini kalau kita mau berusaha. #mendadakBijak #bijakSawah.

Tulisan kali ini, aku meminta Alex untuk memilihkan temanya untuk ku dan hanya dengan waktu 45 menit. Kenapa aku bilang hanya 45 menit, iya karena biasanya kalau aku nulis suka molor-molor kaya celana dalem bekas. Yang targetnya inginnya 1 jam bisa sampe 1 jam setengah atau 2 jam. Paling parah sih ya waktu itu, kalau nggak salah malam minggu. Saking lamanya aku nulis tau-tau udah banyak orang salam-salaman. Ternyata udah lebaran lagi. Ih gila.

Dan di tulisan kali ini, Alex memintaku untuk menulis tentang tetangganya Sidoarjo. Kota ku yang sampai saat ini masih aku tinggali. Kalau aku sih dari dulu sudah ada di Sidoarjo, lebih tepatnya Porong. Kalau si Alex itu katanya sih pindahan, iya pindahan dari Cybertron. Hehe nggak kok dia pindahan dari Jakarta. Dia pindah ke Sidoarjo gara-gara Andika Kangen Band bolak-balik gonta-ganti istri. Iye aku juga tau nggak ada hubungannya.

So this is shit, maksudku this is it. Kalau dipikir-pikirkan emang hampir sama sih.

SIDOARJO!!!

Apa itu Sidoarjo, sebenernya Sidoarjo adalah nama salah satu kota di Jawa Timur. Katanya sih Sidoarjo dulu adalah peninggalan dari kota kuno nun legendaris. Atlantis. Silahkan abaikan, barusan itu hoax.

Sidoarjo adalah kota dimana aku dilahirkan. Kata akte kelahiranku sih gitu. Iya aku cuman numpang lahir di Sidoarjo, habis itu balik lagi ke Porong. Kenapa Bundaku memilih melahirkan aku di Sidoarjo, sebenernya simple. Karena kalau memilih untuk melahirkan di Jerman itu kejauhan. Udah gitu aja.

Sidoarjo itu dimana sih? Sebenarnya aku nggak pernah bisa mendeskripsikan sebuah tempat. Mungkin dalam hal ini si Google lebih tau. Hmm tapi menurutku Sidoarjo adalah kota yang tanggung. Iya sangat tanggung kaya botol Aqua yang 2500an. Kenapa tanggungnya, Sidoarjo itu jauh dari dua yang bisa dibilang cukup besar. Mau ke Surabaya jauh, ke Malang apalagi. Sedangkan di Sidoarjo sendiri bisa dibilang kurang dalam hiburan. Ya walaupun nggak harus melulu tentang mall-mall besar. Minimal taman kota lah. Lihat di Surabaya ada yang namanya Taman Bungkul. Tempatnya rame, asik buat ngobrol, dan yang paling penting jajanan di situ cukup murah. Biasanya di Sidoarjo jus melon itu 5000. Di sana cuman 6000. Murah kan?

Sebenarnya di Sidoarjo juga ada tempat seperti itu sih. Mungkin Alun-alun atau juga GOR Sidoarjo. Tapi menurutku tetap kurang lah. Tambahin lagi lah tempat seperti itu. Bukan berarti suatu saat nanti Alun-alun jadi tujuh terus GOR Sidoarjo jadi 12. Bukan gitu lah.

Hmm apalagi ya? Sidoarjo juga punya Mall kok. Sidoarjo punya Giant, Hypermart, Ramayana, dan masih banyak lagi. Sebenernya sih cuman tiga itu aja sih. Tapi nggakpapalah ditulis kaya gitu biar keliatan banyak.

Untuk tempat nongkrong. Biasanya destinasi utamanya sih masih McD. Bisa dibilang McD adalah tempat yang sakral. Di McD ada yang benar-benar makan, ada yang cuman sekadar beli Ice Cone habis itu 
nongkrong disitu sampe tutup. Wiihhh kapan tutupnya padahal McD 24 jam.

Mungkin kalau McD terlalu mahal. Ada tempat lain. Tempatnya itu bisa dibilang Siratal Mustaqim lah. Iyah jalan yang lurus. Namanya Taman Pinang dan Gading Fajar. Dua tempat itu berada dalam satu jalan lurus, bisa dibilang gabung gitu. Tempat ini selalu rame, jalanya yang sebenernya lebar mendadak sempit karena banyaknya orang jualan. Apalagi kalau malam Minggu. Selain banyak orang jualan, disitu juga mendadak banyak motor dengan dua pasang pemuda-pemudi diatasnya. Ada yang sekadar duduk bareng, ada yang udah agak brutal kaya pelukan atau ciuman, ada yang paling parah kapan lalu malah... main Jalangkung. Hayo pikirannya tolong dijaga.

Untuk deskripsi singkatnya, Taman Pinang itu jalan yang bagian paling depan. Gerbang masuknya cukup dekat dengan McD yang barusan aku ceritakan. Sedangkan Gading Fajar adalah bagian belakang Taman Pinang. Sepertinya kalau emang orang Sidoarjo pasti udah tau jelaslah.

Kata Alex sih, "Sidoarjo itu luas dan" Yaiyalah luas, namanya juga kota. Kalau sempit itu nama perang. Iya itu sampit. Udahlah ah nggakpapa anggap aja basa-basi.

Dulu aku kira Sidoarjo adalah kota yang belum seberapa maju, karena jarang aku lihat komunitas-komunitas layaknya di Surabaya. Tapi ternyata anggapan ku selama ini dipatahkan begitu saja setelah datang ke acara Earth Hour semalam. Banyak sekali komunis didalamnya, ehm maksudku komunitas. 

Kemarin ternyata Sidoarjo juga kena Fourty-Eight Syndrome. Hal itu dibuktikan dengan adanya semacam JKT48 di Sidoarjo. Namanya jadi SDA48. Mungkin karena aku di Porong, mungkin aku akan buat hal serupa. Namanya LPD48. Iya Lapindo48. Isinya nanti orang-orang yang minta pelunasan pembayaran rumah mereka. Dan kalau dipikir-pikir lirik lagunya juga pas.

"...I want you.. I need you.... I love you.... Bayaran rumahku..." Silahkan nyanyikan dengan nada yang sama.

Wah, dari dulu tulisanku selalu susah dalam hal yang mendetail. Mungkin lain kali akan aku bahas lagi. Hmm aku juga merasa kalu tulisanku ini labil. Biarlah...

Pernah aku lihat sebuah tweet.

"Aku tidak mencari gaya menulisku, biarlah gaya menulisku yang menemukan"

Sekian dan Terimakasih. :)) Eh ternyata lebih dari 45 menit. Yaudahlah.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
;