Dalam post ini mari sedikit frontal, mungkin bukan hanya frontal tapi juga oksipital, pariental dan bagian dari tulang kepala yang lain. Ehm maaf yang IPS nggak ngarti. Hehe bercanda.
Sebelunya terimakasih kepada photographer kelas ku, Pak Sunaryo. Hmm wait, siapa dia!?
Terimakasih kepada calon photographer, calon mahasiswa kedokteran, teknik sipil, biologi molekuler, hukum dan seluruh cita-cita mu yang sebenarnya aku tak tau kau mau jadi apa, si Andie (@Jyawijaya). Dia yang telah men-jeprat-jepret untuk postingan ini. Terimakasih banyak, sering-sering bawa kamera ya. Sering-sering juga nyontekin pas ulangan biologi. #kode
Setiap orang pasti memilki gaya tersendiri dalam berpakaian. Mereka akan memakai pakaian yang mereka anggap bagus, dan mungkin untuk beberapa orang mereka akan memakai prinsip "apa yang aku pakai itu yang menurutku bagus tak peduli kata orang lain". Pasti ada orang kaya gitu. Contoh konkretnya itu Superman, dia mungkin menganggap pakai celana dalam diluar adalah hal bagus tanpa memperdulikan apa yang orang lain pikirkan.
Kali ini yang akan aku bahas adalah gaya berpakaian di sekolah. Tentang seragam lebih tepatnya. Mungkin ada yang berpikir "wah jangan-jangan post kali ini ada campur tangan anggota ketertiban sekolah". Lah ngapain? Ini adalah bentuk dari sebuah keresahan ku. Juga bentuk dari rasa ngganjel di hati. Ditambah pemikiran menggelitik yang juga turut mencampuri semuanya. Dan akhirnya jadilah post ini...
Yang akan aku bahas adalah gaya berpakaian seragam kaum hawa. Aku membahas gaya berseragam mereka karena banyak sekali improve yang mereka lakukan. Aku disini netral, kenapa netral? Soalnya kalau masuk gigi satu motornya ntar jalan #apasih. Oke kalau semisal seragamnya cowok paling cuman dimodel gitu-gitu aja, paling celana dipensil, terus baju seragam dibuat press-body, habis itu pake celana dalemnya diluar. Yang terakhir mungkin hanya beberapa yang melakukan.
Sedikit cerita, dulu waktu pertama masuk SMA, aku ingin sedikit nakal dengan memensil celana, dan terjadilah dialog absurd dengan si tukang jahit.
"pak seragam SMA saya tolong dipensil dong pak"
"walah jangan dek"
"lah emangnya kenapa pak kalau dipensil pak?"
"bukannya apa-apa dek setau saya sih kalau udah SMA pake pulpen"
*kemudian hening*
Balik lagi. Post kali ini aku nggak menganggap apa yang mereka lakukan itu salah, sekali lagi aku nggak menganggap itu salah. Cuman aku liatnya aneh aja. Kembali pada judul diatas, "Bagimu Stylemu, Bagiku Styleku". Tapi disini aku berhak menilai dan komentar. Hehe. Langsung aja ya. Kelamaan kayanya.
Mulai dari atas, KERUDUNG.
Style 1
Menurutku berseragam yang semestinya ya gitu. Kerudungnya dipakai sebagaimana mestinya dan bukan dijadikan kain pel apalagi sampe ditulisin SLANK habis itu dibuat nonton konser, itu baru salah. Lagi pula juga nggak ada yang seperti itu. Hmm kalau urusan kacamata bukan bagian dari seragam. Bisa sesuai dengan keinginan, kapan lalu ada yang sekolah pakai kacamata kuda. Ya nggak masalah. FYI, seragam disekolah ku memang unik. Warnanya kuning tapi bawahannya warnanya kaya celana pramuka. Jadi kalau semisal mau main atau nongkrong di suatu tempat pas pulang sekolah dan malu pakai seragam kuning. Tinggal lepas atau tutupi jaket dan sisakan bawahan. Voila sudah berasa menjadi anak sekolah negeri. Cara ini biasa aku lakukan. *seketika akupun dipanggil BK*
Style 2
Lah kalau yang ini yang menurutku agak aneh. Kalau ada yang berpikiran ini dibuat-buat, aku kasih tau. Cewek yang model kaya begitu emang ada. Tapi kalau si pemakai merasa itu bagus buat dirinya, yaudah apa boleh buat.. Pernah sesekali melihat ada cewek, dia berkerudung, dan berponi. Bukan suatu kesengajaan sepertinya. Karena poninya rapi dan sesekali membetulkan bentuknya. Kalau foto disamping mungkin hanya sekadar kelihatan rambutnya, persis kaya habis tengkar tarik-tarikan kerudung. Hmm habis itu kerudung yang di-peniti-in pas didagu. Yaelah apa susahnya masukin dikit kedalam, masa iya didagu gitu tanggung amat. Coba lain kali di-peniti-in di hidung. Biar kaya ninja. Cuman keliatan matanya aja, lah tapi masa iya ninja pake warna kuning? Mungkin kalau kuning nama ninja jadi... Sedot Ninja.
Lanjut ke, PAKAIAN SERAGAM
Coba dilihat dengan seksama, tasnya warna merah dan terlihat seperti sedang berbicara dengan temannya. BUKAN YANG BELAKANG DANNY!!!
Gaya yang satu ini normal-normal aja kan ya? Nggak ada yang perlu dikomentari. Lengan panjang, kerudung tertata rapi, I think... perfect. Cewek seperti ini bener-bener nikah-able. Dari dandanannya dan gaya berpakaiannya aja rapih apalagi nanti dalam rumah tangga (iye aku tau agak nggak nyambung) Cewek yang kaya gini biasanya kalau malam Minggu, dia ke diskotik bukannya joget tapi ngaji.
Style 2
Ini mulai nih. Lengan panjangnya udah berasa standard wudhu. Lah masa iya ditekuk gitu. Sesekali juga sempat yang lebih tinggi daripada itu. Wih ngeri liatnya berasa habis mukulin anak. Dan mungkin juga bisa dilihat posisi tas dan juga roknya. Tapi nggak dibahas disini. Masih lanjut kok. Cewek seperti ini cenderung agak tomboy sepertinya. Mungkin kesekolah naik motor Satria.
Kali ini, TAS.
Style 1
Okay ini adalah cara memakai tas yang baik dan benar dan sesuai dengan syariat agama. Tas dipakai posisi yang gagah. Tepat berada dipunggung si pemakai. Sesekali ada yang pernah memakai tas dengan cara ditaro lantai terus ditarik. Apakah itu salah? Nggak lah itu koper kok. --"
Tas masih terlihat berisi, anak seperti ini cenderung rajin. Tas penuh berisi buku-buku bacaan. Kadang juga ada yang tasnya penuh diisi sama batako. Sebenernya yang kaya gitu sangat tak berfaedah.
Style 2
Hadeuh, model yang kaya gini juga sudah menjamur. Tas dipakai dengan cara digantungkan, bisa juga dibilang "nyangklongnya gak pas". Lah masa iya gitu. Orang dengan gaya seperti ini cenderung nggak membawa beban berat, seperti belum bayar cicilan motor, hutang belum lunas, dan keluarga yang sakit-sakitan. Eh maap, kalau itu beban kehidupan yang berat. Kalau yang kaya gini nggak cuman cewek aja sih, cowok juga ada yang modelnya kaya begini. Mungkin cewek seperti ini niatnya mulia, dengan tas yang menggantung sampai bawah. Minimalkan dia nggak mengumbar pantatnya yang goyang waktu jalan. Subhanallah.
Apalagi ya? Eh iya ROK
Bisa dilihat benar-benar rapih. Kemeja warna biru muda, celana panjang dan duduk bersila. JASIK! BUKAN ITU BUKAN! BUKAN YANG BELAKANG!!!
Okay serius, rok yang sesuai dengan apa yang tertulis di buku Tata Tertib. Iya di buku Tata Tertib ditulis kalau rok nggak boleh dilepas selama masih dalam lingkungan. Ya nggak lah!
Rok harus sampai mata kaki dan rok nggak boleh dimodel yang aneh-aneh seperti diganti knalpot racing atau dibuat ceper. Iye itu motor.
Style 2
Lah kalau yang ini baru unik. Aku nyebut sih ini rok setelan banjir. Kalau dalam urusan ini kita nggak boleh su'udzon. Bisa jadi itu bukan style yang ingin mereka pakai tapi ya seperti apa yang aku katakan diatas. Bisa aja rumahnya banjir terus terpaksa roknya harus cingkrang gitu deh.
Terus bisa dilihat sepatunya, itu sepatunya nggak digunakan sesuai dengan peri-kesepatuan. Masa iya belakangnya diinjek. Kasian kan. Cewek yang seperti ini adalah cewek yang nggak mau ribet dan suka yang instan. Makanan kesukaannya pun ya yang instan-instan, contohnya mie instan.Juga cenderung suka foto di Instan-gram. Cewek seperti ini lebih suka pake sepatu yang nggak usah ditali, ingin yang langsung masuk aja. Kalau lagi males biasanya mereka akan pake sandal.
Hahaha aku rasa itu dulu ya? Karena yang aku lihat cuman dari sisi itu. Aku nggak tau dalemannya. Iya aku belum pernah liat daleman mereka. Halah!
Modelnya adalah seseorang yang postingan dalam blog ku mendapat pembaca paling tinggi. Sekitar 140an lebih. Itu karena sebuah pertanyaan konyol "Kenapa kok Durex ada rasanya". Aku yakin sangat yakin pasti yang baca pada mesum semua *seketika dibakar masa*
Dia adalah Mega (@mgzhr)
Okay sekian dan terimakasih.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar