Mungkin Saja Menarik :)

Hello!


Selasa, 19 Maret 2013

Bolos Sajalah...

Postingan kali ini mungkin adalah ingatan lama, ingatan lama tentang sebuah momen dimana aku dan Aldea - @aldeafebryan take a mention (bisa dibaca mention-mentionan, hehe).

Yang kita bahas nggak jauh dari apa yang kita jalani sekarang. Sekolah. Aku rasa sekolah adalah sesuatu yang bisa dibilang cukup dengan kita selain orang tua. Bagi yang orang tuanya sibuk, mungkin nggak bisa ketemu tiap hari. Tapi sesibuk apapun kamu, sekolah tetaplah harus kau temui. Iya kan iya kan?

Namanya juga pelajar, tugasnya ya belajar. Namun tiba-tiba saja kegiatan belajar itu seakan harus dilakukan di sekolah. Padahal belajar bisa dilakukan dimana saja, mempelajari sifat dan kepribadian perempuan misalnya. Kalau mempelajari perempuan nggak akan habis rasanya, karena perempuan sama halnya seperti teknologi. Terus berkembang. Iya berkembang dalam hal apapun *ehm*

Dan tentu, pasti akan terbesit rasa ingin meninggalkan penat sejenak dari sekolah. Kalau menunggu libur rasanya terlalu lama. Apalagi hari Minggu hanya datang seminggu sekali (yaiyalah). Saranku, jadilah pintar, jadilah penemu, dan temukan hari baru. Aku tau itu mustahil.

Yasudah, bolos saja...


Mungkin hanya sebuah kebetulan atau apalah, setelah sekian lama. Akhirnya ada juga seseorang yang memiliki kepercayaan, keyakinan dan dasar yang sama tentang satu hal. Yap tepat, bolos.

Aku dan Aldea, mungkin ada beberapa prinsipnya yang kebetulan sama dengan diriku. Tapi yasudahlah, namanya juga kebetulan. Tenang aku sama Aldea nggak ada apa-apa. Kebetulan aja dia putih aku agak iteman. Okay, kebetulan macam apalagi itu.

Mari bahas bolos, aku lupa rekaman twitnya. Yaudahlah, seingetnya aja. Yuk mari.

Bolos, mungkin bagi beberapa pelajar yang benar-benar idealis akan sangat mengharamkan hal ini. Padahal MUI juga nggak buat diskusi khusu soal bolos. Bolos mungkin sesuatu yang dianggap sia-sia bagi mereka yang 100% pelajar. Wuwuwuw, sayang sekali aku hanya pelajar 47,5% (sengaja dibuat desimal biar kelihatan terpelajar), remaja abnormal 40%, PPN 10%, sisanya 2,5% buat zakat.

Namun ada juga salah seorang teman yang mungkin sering bolos. Iya bolos dengan huruf "A" di absensi. Berarti dia nggak masuk tanpa keterangan. Cukup berbahaya, di sekolah ku kalau tanpa keterangan lebih dari 25 langsung jelas nggak naik kelas. Kenapa 25, mungkin disamakan dengan jumlah Nabi. Tunggu, aku lupa antara 25 dan 21. Yasudahlah, yang jelas Nabi yang wajib diketahui ada 25 *efek pulang dari ngaji*

Kami berpendapat, mungkin agak aneh. Keanehan itu terjadi karena kami memang bukan pelajar seutuhnya. Kami nggak ingin mengikuti arus yang rasanya memang nggak seberapa perlu diikuti. Jadi, pelajar yang nggak memiliki rasa bosan dengan rutinitas menurut kami aneh. Satu pertanyaan "kok bisa sih?". Kalau sekolah kalian mungkin cukup menyenangkan dan rasanya sangat sayang untuk ditinggalkan, okay that's no problem.

Berbeda, jauh berbeda dengan sekolah kami yang rasanya sudah seperti kerja. Berangkat pagi pulang sore. Iya sekolah kami fullday. Mungkin bukan fullday, tapi fulldie. Ada guru kami sendiri bilang kalau waktu efektif belajar nggak lebih dari jam 1. Sisanya udah soak nih otak. Mikir terus, oh please I have a life. Sekolah kami yang fulldie. Dan disandingkan dengan libur dihari Minggu aja, rasanya kurang. Sangat kurang.

Balik lagi ke masalah bolos, ada juga salah seorang teman yang ingin bolos. Tapi orang tuanya ternyata anggota dari ormas FPMS, ngeri. Kalian tau FPMS kan? Front Pembela Masuk Sekolah. Jadi rasanya pingin bolos itu sangat susah, sama seperti ingin mendapatkan seseorang yang sudah beberapa tahun pacaran  dengan pacarnya. Susah!

Ingin bolos rasanya perlu mengorbankan nyawa. Ingin bolos rasanya ada beribu persyaratan yang harus dilewati. Kasihan. Contoh.

"Ma, aku gak masuk sekolah ya? Sehari aja" tanggapan "MAU JADI APA KAMU GAK SEKOLAH HA?" perkataan itu mungkin terlontar dengan nada 8 oktav dan sambil menggenggam pisau ditangan kanan. Padahal secara teknis kita akan tetap jadi manusia walaupun gak sekolah setaun.

"Ma, aku gak masuk sekolah ya? Bajuku basah" tanggapan "Pake baju yang lain, kalau perlu pake baju SMP atau SD"

"Ma, aku gak masuk sekolah ya? Aku demam ma" tanggapan "Halah cuman 40 derajat aja gak masuk, nanti kalau kamu udah sepanas air mendidih baru gak masuk" anak mu mati ma kalau begitu ceritanya!!!

"Ma, aku gak masuk sekolah ya? Kali ini aja" tanggapan "Okay boleh" respon "Yeaaaay makasih ma" tanggapan (lagi) "Tapi kamu homeschooling" WOI MA APA BEDANYA MA? APA BEDANYA? APA!?

Pokoknya susah. Dalam hati kami yang paling dalam kami turut berduka cita atas terenggutnya kebebasan mu. :))

Okay kita mulai bagian serunya. Menurutku sih...

Bolos, kalau pingin bolos ya bolos aja. Kalau merasa udah jenuh sekolah ya kenapa kita nggak ambil aja libur sendiri. Nunggu hari libur? Kelamaan! Nunggu libur Nasional? Kelamaan! Nunggu jemuran kering dimalam hari? Kelamaan! Lho heh ngapainnnnn!!!

Bagi kami berdua, prosedur bolos itu gampang. Cukup pasang muka biasa aja, nggap perlu dimelas-melasin apalagi dimules-mulesin. "Ma, hari ini gak masuk ya? Lagi males nih, buatin surat ya?" dan kalian tau apa jawabannya? "Iya deh, kapan ngasih suratnya?" semudah itu, semacam membalik telapak tangan sendiri. Bagi kalian yang susah bolos, rasanya seperti membalikkan telapak tangan juga ya? Iya telapak tangan Optimus Prime.

Lagi pula itu hak kami. Ingat kata-kata ini "BOLOS ADALAH SUATU PILIHAN". Iya pilihan bagi mereka yang memiliki orang tua easy going dan sangat mengerti anaknya. Berbeda lagi dengan mereka yang memiliki orang tua FPMS.

Terus kalau bolos ngapain? Ya dirumah aja, emangnya mau ngapain? Belajar? Belajar itu sekolah, dirumah ya dirumah aja. Buku ditutup, masukkan kedalam loker, lokernya dikunci, kuncinya dibuang, rumahnya dibakar. Sebenarnya terserah sih mau kalian apakan.

Dulu banget, ketika Dora masih tinggal sama orang tuanya dan akhirnya sekarang luntang-lantung di hutan. Iya dulu ketika aku masih SD, aku nurut sama orang tua. Rajin masuk sekolah euy. Rasanya hari Minggu ingin cepat-cepat berganti Senin biar bisa ketemu temen-temen. Kasian sekali masa kecilku. Lah sekarang begitu hari Minggu, rasanya pingin cepet-cepet hari Minggu lagi. Lama juga ya.

Ada juga yang kadang ingin bolos buat ngerjain tugas. Halah ngapain? (sebenernya aku juga sih, tapi itu tata cara bolos yang salah) Karena menurut ayat dasar Pasal Perbolosan No 12. "Bolos itu tiada boleh digunakan untuk mengerjakan suatu tugas"

Jadi gimana? Berminat untuk bolos? Tapi kalau orang tua masih jadi ormas FPMS tetep aja susah. Yaudahlah kembali lagi ke dasar paling ampuh.

"Bagiku orang tuaku, dan bagimu orang tuamu..." Sabar yah, kalau emang ada rejeki. Ganti aja orang tuanya, denger-denger toko sebelah lagi discount tuh.

Okay terimakasih...

1 komentar:

  1. tuker itu sekalian sama orang tuanya Aldea. Makmur dunia akhirat kamu. :))

    BalasHapus

 
;